GAGASANRIAU.com, PEKANBARU - Kabut asap beracun imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan dihirup warga Riau.
Seiring dengan data yang disampaikan BMKG Pekanbaru merilis lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau
yang melonjak drastis hanya dalam hitungan jam.
Putri S, Prakirawan BMKG Pekanbaru, mengungkapkan bahwa berdasarkan data pembaruan Senin (14/9) pukul 16.00 WIB,
total hotspot di seluruh daratan Sumatra telah menembus angka fantastis, yakni 3.144 titik.
Untuk di Provinsi Riau sendiri, laju peningkatan titik panas terjadi sangat agresif.
Jika pada Senin pagi hanya terdeteksi 42 titik, angka tersebut langsung melonjak tajam menjadi 76 titik panas pada sore
harinya.
"Sementara kabut asap beracun akibat Karhutla akan menyelimuti langit di beberapa wilayah Riau," kata Putri dalam laporan yang diterima GagasanRiau.com.
Dari total 76 titik yang tersebar di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi penyumbang terbesar sekaligus zona merah membara dengan temuan 56 titik panas.
Sementara itu, Kota Dumai menyumbang 5 titik, Kampar 3 titik, serta Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir masing-masing
menyumbang 2 titik.
Adapun Bengkalis, Rokan Hulu, dan Kepulauan Meranti masing-masing terdeteksi 1 titik.
Secara kawasan regional, Sumatra Selatan masih mendominasi sebaran titik panas di Sumatra dengan 2.235 titik, disusul Lampung (275 titik), Bangka Belitung (263 titik), dan Jambi (239 titik).
Wilayah lain seperti Bengkulu mencatatkan 23 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatra Barat 12 titik, serta Sumatra Utara 7 titik.
Dampak langsung lonjakan karhutla ini mulai mengikis jarak pandang (visibility) di sejumlah wilayah Riau akibat pekatnya tudung asap.
Data BMKG mencatat jarak pandang di Ibu Kota Provinsi, Pekanbaru, kini menurun hingga tersisa 3,5 kilometer akibat terkepung asap.
Kondisi serupa juga menerpa Pelalawan dengan jarak pandang 3,5 kilometer, sementara wilayah Rengat mencatatkan jarak pandang terburuk sejauh 3 kilometer. Di wilayah Tambang, jarak pandang dilaporkan terbatasi hingga 5 kilometer.