Titik Panas Sumatera Tembus 5 Ribu, di Riau Ikut Melonjak, Pekanbaru Dikepung Udara Kabur Berasap Seharian

Titik Panas Sumatera Tembus 5 Ribu, di Riau Ikut Melonjak, Pekanbaru Dikepung Udara Kabur Berasap Seharian
Grafik BMKG Pekanbaru

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Sumatra kian mengkhawatirkan.

BMKG mengungkapkan wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya diprediksi bakal diselimuti udara kabur akibat kepungan asap beracun sepanjang hari, Rabu (16/9).

Putri Santy S, Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, menyampaikan bahwa kondisi udara kabur (smoke) mengancam keselamatan warga karena berpotensi kuat memangkas jarak pandang secara drastis.

Ancaman tersebut sejalan dengan lonjakan tajam jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Provinsi Riau.

"Pada Selasa pagi (15/9) terdeteksi 96 titik, namun pada Rabu pagi tadi (16/9) melonjak menjadi 115 titik," beber Putri dalam laporan perbaruannya yang diterima GagasanRiaucom.

Kondisi kepungan asap ini makin diperparah oleh cuaca terik menyengat yang diprediksi membakar wilayah Riau dari pagi hingga malam hari.

Berdasarkan rincian prakiraan BMKG, fenomena udara kabur berawan menyelimuti Riau sejak pagi hingga siang hari.

Situasi serupa bertahan hingga sore dan malam hari dengan kondisi udara kabur berstatus cerah berawan.

Masuk waktu dini hari, udara kabur diprediksi masih bertahan meski berawan.

BMKG mencatat hanya ada potensi hujan berintensitas ringan di sebagian kecil wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti.

Meski potensi penurunan jarak pandang terbilang kritis, BMKG hingga kini belum mengeluarkan status peringatan dini (NIHIL).

Untuk parameter cuaca, suhu udara di Riau berada pada rentang 23,0 hingga 34,0 °C dengan tingkat kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 97 persen.

Angin bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan 10 hingga 40 km/jam.

Sementara itu, prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Di tingkat regional, eskalasi karhutla menunjukkan angka yang mengerikan. Pembaruan data BMKG hingga Selasa (15/9) pukul 23.00 WIB mencatat total hotspot di seluruh Sumatra telah menyentuh angka fantastis, yakni 5.983 titik.

Provinsi Sumatra Selatan menjadi penyumbang terbesar ledakan titik panas dengan total 4.169 titik, disusul Jambi (735 titik), Bangka Belitung (446 titik), Lampung (378 titik), dan Bengkulu (74 titik).

Selanjutnya, Sumatera Barat terdeteksi memiliki 46 titik, Sumatera Utara 14 titik, Kepulauan Riau 5 titik, serta Aceh 1 titik.

Untuk wilayah internal Provinsi Riau, 115 titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Kabupaten Indragiri Hulu mendominasi dengan lonjakan 84 titik panas, disusul Indragiri Hilir sebanyak 16 titik.

Titik panas sisanya tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi (6 titik), Pelalawan (5 titik), Rokan Hilir (2 titik), serta Rokan Hulu dan Kota Dumai yang masing-masing menyumbang 1 titik.

BMKG terus memperbarui pantauan dinamika atmosfer dan sebaran asap ini per Rabu (16/9) pukul 07.00 WIB guna mengantisipasi dampak bencana yang makin meluas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index