Kabut Asap Parah di Inhil: ISPU Tembus 215, Sekolah Diliburkan Tanpa Batas Waktu

Kabut Asap Parah di Inhil: ISPU Tembus 215, Sekolah Diliburkan Tanpa Batas Waktu
Perkebunan kelapa di Kabupaten yang terbakar menyebabkan kabut asap beracun

GAGASANRIAU.com, TEMBILAHAN -- Akibat kepungan kabut asap beracun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang kian mengkhawatirkan telah memaksa sektor pendidikan lumpuh.

Merespon kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Pendidikan resmi menghentikan aktivitas sekolah tatap muka dan mewajibkan seluruh siswa belajar dari rumah akibat kualitas udara yang menyentuh level berbahaya.

Pasalnya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Inhil melonjak tajam hingga menyentuh angka 215.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, H Abdul Rasyid, menegaskan bahwa kebijakan pengalihan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini berlaku serta-merta tanpa tenggat waktu yang pasti.

"Kami menginstruksikan sekolah untuk memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," ujar Abdul Rasyid, Selasa (15/9/2026).

Skema PJJ ini menyasar seluruh jenjang pendidikan di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Abdul Rasyid menjelaskan, keputusan ini merujuk pada surat edaran Kementerian Pendidikan terkait penanganan dampak bencana terhadap proses belajar-mengajar.

Pihaknya terus memantau fluktuasi angka ISPU bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, serta Dinas Kesehatan.

"PJJ ini sifatnya sementara. Apabila kondisi cuaca membaik maka sistem pembelajaran kembali dengan tatap muka. Kita doakan saja semoga kondisi kembali normal seperti semula," lanjutnya.

Sebelum keputusan PJJ dijatuhkan, Dinas Kesehatan Inhil telah melayangkan peringatan keras terkait bahaya pemaparan racun asap terhadap paru-paru anak.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, H Udin Safriudin, menegaskan bahwa terus membiarkan anak-anak beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi udara beracun sangat membahayakan kesehatan jangka panjang.

Dinkes mendesak Satgas Karhutla merekomendasikan penutupan sekolah secara total jika pengukuran ISPU tak kunjung membaik, sekaligus mewajibkan penggunaan masker bagi warga yang terpaksa keluar rumah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index