Kepungan Kabut Asap Karhutla Memburuk, Disdik Siak Paksa Anak TK dan Sekolah Dasar Belajar dari Rumah

Kepungan Kabut Asap Karhutla Memburuk, Disdik Siak Paksa Anak TK dan Sekolah Dasar Belajar dari Rumah
Petugas Manggala Agni saat melakukan pemadaman Karhutla Siak

GAGASANRIAU.com, SIAK -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak, Riau, kembali menumbalkan sektor pendidikan.

Lantaran memburuknya kualitas udara akibat paparan asap pekat memaksa Dinas Pendidikan Kabupaten Siak merombak total kegiatan belajar mengajar (KBM) demi menekan risiko krisis kesehatan pada anak.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan, dia membenarkan bahwa langkah darurat penyesuaian moda belajar ini diambil berdasarkan tingkat kerentanan usia siswa terhadap bahaya polusi udara.

"Untuk Kamis dan Jumat ini, jenjang TK/PAUD/KB serta SD Kelas 1 hingga 3 sederajat dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," tegas Romy di Siak, Jumat (11/9).

Sementara itu, untuk siswa jenjang SD Kelas 4 hingga 6 serta SMP Kelas 1 hingga 3 sederajat, proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih dipertahankan secara terbatas.

Namun, PTM tersebut diiringi pemangkasan jam belajar serta pengawasan protokol kesehatan yang ketat di area sekolah.

Disdik Siak menginstruksikan seluruh siswa dan guru yang menjalani PTM untuk wajib mengenakan masker.

Selain itu, kegiatan fisik di luar ruangan seperti olahraga, ekstrakurikuler, hingga upacara bendera ditiadakan total.

Romy menegaskan kebijakan ini bersifat dinamis dan bergantung pada pergerakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta perkembangan kondisi lapangan.

Keputusan terkait Moda PTM atau PJJ untuk pekan depan bahkan masih menggantung dan baru akan diumumkan pada Minggu malam usai evaluasi menyeluruh.

Sebagai langkah antisipasi ancaman mendadak, Disdik Siak menyiagakan Kepala Sekolah dan Korwilcam dengan wewenang penuh.

Mereka diizinkan membubarkan PTM atau mengalihkan siswa ke PJJ secara spontan jika kualitas udara di wilayah masing-masing mendadak berada pada level berbahaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index