Hari Ke-10 Karhutla Inhu, 16,9 Ha Gambut Dipadamkan, Kepala Api Belum Tembus

Hari Ke-10 Karhutla Inhu, 16,9 Ha Gambut Dipadamkan, Kepala Api Belum Tembus
Personil Manggala Agni saat melakukan pemadaman api di lahan gambut Inhu (12/8)

GAGASANRIAU.COM, INDRAGIRI HULU -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, belum berhasil diredam.

Pasalnya, memasuki hari ke-10 operasi pemadaman pada Rabu (12/8/2026), amukan si jago merah di Kelurahan Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, masih terus berkobar.

Sebagaimana disampaikan Kepala Daops Manggala Agni Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, dia mengungkapkan bahwa kondisi api di lokasi hingga kini masih belum padam.

Bahkan kabar terbarunya amukan api melahap hamparan lahan bertipe gambut, semak belukar, hingga kawasan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat setempat.

Sementara itu, total luas pasti keseluruhan lahan yang terbakar hingga kini masih berada dalam proses perhitungan tim di lapangan.

Kendati demikian, kerja keras tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat dari pukul 08.30 hingga 16.30 WIB berhasil mengamankan sebagian areal.

Total luas lahan yang berhasil dijinakkan dan dipadamkan mencapai kurang lebih 16,9 hektar.

"Arah penjalaran api utama saat ini menuju ke Utara dan Timur. Sementara untuk sisi Barat sudah berhasil kita sekat dengan tanggul," terang Muhammad Ilham Sidik saat memberikan pembaruan situasi penanganan.

Upaya membendung eskalasi api di lapangan mencatatkan sejumlah kemajuan fisik.

Pasukan pemadam berhasil membuat sekat bakar sepanjang 1 kilometer, menggali 7 titik embung penampungan, serta mengendalikan kepala api sepanjang 600 meter.

Meski demikian, perjuangan petugas di lapangan dihantam barisan kendala berat.

Akses menuju titik utama kepala api belum sepenuhnya terbuka, ketersediaan air yang terbatas, hingga terjangan angin kencang terus menyulitkan proses pemadaman.

Guna menjangkau titik pemadaman, tim terpaksa mengandalkan pasokan air darurat dari ceruk parit, embung buatan, hingga kanal-kanal di sekitar lokasi.

Operasi skala besar ini mengerahkan kekuatan personil lintas instansi yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, BBKSDA, Tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, hingga swadaya masyarakat.

Khusus untuk armada tempur, Manggala Agni mengerahkan 2 unit kendaraan roda empat, 7 unit kendaraan roda dua, serta peralatan mesin berupa 3 unit Mini Striker dan 2 unit mesin Mark 3 beserta perlengkapan pendukung pemadaman lainnya.

Melihat ganasnya pergerakan api yang belum sepenuhnya terkendali, operasi pemadaman darat dipastikan bakal kembali dilanjutkan secara masif pada Kamis hari ini (13/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index