Kebakaran Hutan Riau Berkobar di 4 Titik, Suaka Margasatwa Kerumutan Terancam, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Ahad, 06 September 2026 | 19:53:04 WIB
Tim Manggala Agni saat melakukan pemadaman di Suaka Margasatwa Kerumutan Pelalawan

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau bagian selatan semakin mengkhawatirkan.

Muhammad Ilham Sidik, Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Sumatera VII melaporkan pergerakan tim pemadam gabungan di empat lokasi kebakaran aktif yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Pelalawan, dan Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (6/9/2026).

Dalam laporan Ilham rekapitulasi final pada Minggu sore, sebanyak 45 personel Manggala Agni diterjunkan ke lapangan bersama unsur TNI, Polri, BPBD, masyarakat, hingga regu pemadam perusahaan.

Dari empat titik api yang dilakukan pemadaman, baru satu lokasi yang berhasil dipadamkan secara tuntas, sementara tiga lokasi lainnya masih membara.

Ilham juga mengungkapkan, kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu.

Amuk api di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) ini sudah memasuki hari ke-10 tanpa tanda-tanda mereda secara signifikan.

Dari estimasi 20 hektar lahan hutan sekunder dan perkebunan yang hangus, tim gabungan baru berhasil memadamkan 13 hektar. 
Kendala ekstrem melingkupi kerja 12 personel Manggala Agni beserta BPBD Inhu, TNI, dan Polri di lokasi ini.

"Lokasi yang terbakar adalah hutan muda dengan vegetasi pepohonan tinggi dan rapat. Sumber air sangat jauh, dan api aktif kembali timbul di sejumlah titik yang tersebar berjauhan di sisi utara, timur, barat, dan selatan," terang Muhammad Ilham Sidik, Minggu sore.

Ancaman terhadap ekosistem penting juga terdeteksi di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. 
Api yang membakar semak belukar dan hutan sekunder ini resmi menerobos kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan sejak dua hari lalu.

Di lokasi zona konservasi ini, 11 personel Manggala Agni bahu-membahu bersama BBKSDA Riau, TNI, Polri, RPK perusahaan, dan masyarakat.

Luas total areal terbakar masih dalam kalkulasi petugas, sementara area yang berhasil dijinakkan baru mencapai 0,5 hektar.

Penanganan di SM Kerumutan terkendala parah oleh keterbatasan sumber air.

Petugas di lapangan saat ini tengah mengupayakan pengerahan alat berat guna membobol akses masuk sekaligus membuat embung darurat.

Operasi pemadaman dipastikan berlanjut Senin besok.

Sementara itu, titik api baru muncul di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Inhil.

Kebakaran seluas 2,8 hektar melahap lahan milik Agrinas dan masyarakat yang berada di fungsi kawasan HPK.

Di lokasi ini, 11 personel Manggala Agni bersama tim gabungan sempat kewalahan menghadapi kendala pasang surut air, tiupan angin kencang yang kerap berubah arah, serta maraknya pohon tumbang yang membahayakan keselamatan serta menghambat ruang gerak petugas.

Kendati demikian, kerja keras tim di hari pertama berhasil mengendalikan kepala api (front fire) setelah memadamkan 0,7 hektar lahan.

Pemadaman akan dilanjutkan besok melalui tahap pendinginan (mopping up).

Satu-satunya kabar baik datang dari Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu.

Kebakaran lahan masyarakat seluas 2 hektar di areal APL (Areal Penggunaan Lain) berhasil dipadamkan total pada hari kedua oleh 11 personel Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), meski sempat terkendala keterbatasan air.

Terkini