gagasanriau.com -Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memastikan kesiapannya menggelar pesta olahraga negara-negara Islam atau "Islamic Solidarity Games" 2013 pada 22 September hingga 1 Oktober meski baru ditunjuk pemerintah pekan lalu. "Ini adalah tugas. Sebenarnya keinginan kami untuk menjadi tuan rumah ISG sempat tidak direspons. Namun, setelah ditunjuk kami harus siap," kata Alex di Kantor Kemenpora Jakarta, Kamis. Alex mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat mempersiapkan diri meski Keputusan Presiden baru terkait dengan pemindahan lokasi ISG belum keluar. Sumatera Selatan praktis hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk bersiap diri apalagi bersamaan dengan bulan suci Ramadhan dan dilanjutkan dengan Idul Fitri serta perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. "Tapi, kami menerima dengan ikhlas keputusan ini. Jelas, untuk mempersiapkan ini harus siang malam meski lokasi pertandingan semuanya udah siap. Terus terang, ini bukan kerjaan main-main," katanya. Pria yang baru saja terpilih kembali menjadi Gubernur Sumsel itu menegaskan, dibandingkan SEA Games 2011 lalu, menjadi tuan rumah ISG jelas lebih berat karena peserta  berasal dari 25 negara. Untuk itu dia meminta dukungan semua pihak agar ISG berjalan baik. Sesuai rencana, pesta olahraga negara-negara Islam ini akan dipusatkan di Jakabaring Sport City yang sebelumnya digunakan untuk PON 2004 dan SEA Games 2011, selain juga beberapa kali untuk kejuaraan Asia dan dunia. "Ada sekitar 1.759 atlet dan 900 ofisial dari 25 negara yang sudah terdaftar. Jelas ini harus mendapatkan penanganan yang serius meski waktunya singkat," kata Alex. Untuk akomodasi atlet dan ofisial Alex akan memasimalkan Wisma Atlet di Jakabaring Sport City, selain hotel-hotel di Palembang dan sekitarnya. Sementara itu, Menpora Roy Suryo menyambut baik kesiapan Sumsel ini. "Tim dari Kemenpora, KOI, Panitia Nasional dan ISSF telah meninjau langsung kesana (Palembang). Dan ternyata Palembang sudah siap untuk menggelar ISG," katanya. Pesta olahraga negara-negara Islam seharusnya digelar di Riau, 6-17 Juni lalu namun karena belum siap secara infrastruktur dan Gubernur Riua Rusli Zainal diduga terjerat kasus hukum akhirnya dipindah ke Palembang.