Laboratorium KPAK Tulungagung Panen Padi Organik Perdana

Senin, 15 Agustus 2016 - 21:46:47 wib | Dibaca: 3405 kali 
Laboratorium KPAK Tulungagung Panen Padi Organik Perdana
Nandang Sunandar Direktur Serelia Dirjen Tanaman Pangan

GagasanRiau.Com Tulungagung - Panen raya Padi organik sukses dilaksanakan di areal persawahan  Laboratorium Kedaulatan Pangan Agribisnis Kerakyatan  (Laboratorium KPAK), organisasi Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) unit Tulungagung di Desa Selorejo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Acara ini dari awal disiapkan mengundang Dr. Ir. Nandang Sunandar, M.P., Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan serta para pejabat di kabupaten Tulungagung, untuk memperlihatkan bahwa unit  Laboratorium  KPAK organisasi PETANI di Tulungagung mampu membuat sendiri pupuk organik, baik yang  cair maupun padat serta anti hama yang berkualitas.

Pupuk dan anti hama ini untuk padi dan tanaman lain yang dihasilkan adalah padi organik dan tanaman tanaman yang berkualitas dan sehat untuk kesehatan.

Di acara tersebut sekaligus di sampaikan Manifesto Politik Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI). Pencanangan Gerakan PETANI merupakan wujud kebulatan tekad untuk menyelamatkan Bangsa Indonesia melalui tangan-tangan pemuda dengan kegiatan bertani secara menyeluruh.

Ini adalah Gerakan untuk kembalikan jati diri Bangsa Indonesia sebagai Negara maritim berbasis Agraris. Permasalahan luar biasa yang telah menghancurkan fundamental ketahanan negeri yang memiliki sumber daya alam terbesar di dunia adalah terkikisnya kultur agraris di masyaramat Indonesia saat ini.

Bangsa Ini harus diselamatkan karena semua komponen sebagai penopang Ibu Pertiwi telah lumpuh. Tanah dan air telah dibanjiri pupuk dan pestisida kimia, tambang telah dikuras habis oleh pihak asing, petani dan nelayan telah dimiskinkan secara sistemik melalui berbagai kebijakan dan undang-undang yang tidak pernah berpihak pada rakyat, desa dan lahan-lahan subur telah dipaksa beralih fungsi menjadi kawasan industri, hutan-hutan telah gundul menjadi kawasan tandus. Pemimpin yang menjadi panutan sudah menjadi barang langka.

Nandang Sunandar Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan juga sempat menegur Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, agar sering sering turun ke lahan lahan pertanian rakyat, karena praktek nyata kemandirian dan kedaulatan pangan yang dilakukan oleh Laboratorium KPAK organisasi PETANI unit Tulungagung ini perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh.

Ketua Laboratorium KPAK Organisasi PETANI unit Tulungagung yaitu Geger Sanjaya mendapat apresiasi positif dari Direktur Sereal Dirjen Tanaman Pangan dan siap membantu kemajuan dan pemasaran tanaman sehat dari padi dan tanaman organik yang dihasilkan, karena harga pertanian organik di pasaran luar negeri sangat menjanjikan.

Geger Sanjaya mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus mampu membuktikan bisa berdaulat, mandiri dan tidak tergantung dalam hal Pangan bangsa.

"Kami disini bisa kok dari bahan bahan kearifan lokal membuat pupuk, anti hama, bibit lokal yang cocok dan berkualitas untuk pertanian. Tinggal niat dari pemerintah saja, mau gak mewujudkannya atau masih mau mengambil rente keuntungan sehingga petani dikorbankan menjadi ketergantungan dan akhirnya makanan yang di konsumsi bangsa ini sarat dengan bahan bahan kimia," katanya.**/rilis


Loading...
BERITA LAINNYA