Bank DKI Cabang Pekanbaru Bangkrut

Kamis, 27 Juli 2017 - 15:53:34 wib | Dibaca: 4277 kali 
Bank DKI Cabang Pekanbaru Bangkrut
ILUSTRASI

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memimpin Bank Pembangunan Daerah  DKI Jakarta cabang Kota Pekanbaru menjadi penyebab Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ibukota tersebut mengalami kebangkrutan.

Sebagaimana dilansir oleh media online lokal Riau, Bank DKI Jakarta berkantor di Jalan Sudirman terhitung 14 Agustus 2017 resmi ditutup operasionalnya oleh pihak managemen dikarenakan terus merugi.

"Penutupan ini dilakukan pihak manajemen bank disebabkan tingginya beban operasional cabang di daerah luar Pulau Jawa," kata Corporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah, di Pekanbaru, Kamis (27/7/2017).

Diterangkan oleh Zulfarshah, tidak hanya Pekanbaru, penutupan juga dilakukan di Kota Medan, Palembang, Makasar dan Balikpapan. Pun kantor Cabang Pembantu di Bandung.

Meskipun terus mendapat suntikan dana dari pusat, dijelaskan Zulfarshah, namun pihaknya terus mengalami kerugian sehingga pengeluaran jadi lebih tinggi.

Tingkat keparahan ini ditambah lagi dengan jumlah Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet di lima kantor cabang cukup tinggi.

"Lima kantor cabang yang dilakukan penutupan tersebut NPL nya tinggi," ujarnya.

Secara nasional NPL Bank DKI pada 2015 mencapai angka 7,9 persen yang menyebabkan bank masuk pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Untuk cabang Kota Pekanbaru hingga periode Juli 2017 NPL nya jauh di atas nasional," ujarnya.

Diakuinya kondisi ini bisa terjadi karena kurangnya kapabilitas SDM yang ada di daerah untuk menekan kerugian dan rasio NPL. Selain itu keterbatasan segmen pasar dari bisnis bank di saerah juga jadi salah satu penyebab kebijakan penutupan tersebut diambil.

Kata dia kondisi merugi dari cabang Pekanbaru sudah berlangsung selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

"Kondisi tersebutlah yang membuat kami mesti mengambil langkah penutupan agar bisnis perusahaan tetap berjalan," katanya.

Terkait dengan penutupan ini pihak Bank DKI sudah memberikan laporan kepada pihak OJK dan telah disetujui dengan Surat OJK Nomor S-186/PB.12/2017.

"Dengan adanya penutupan ini kita bertanggung jawab sepenuhnya untuk seluruh penyelesaian permasalahan pada nasabah sesuai peraturan dan kesepakatan nasabah. Kami akan terima segala keluhan masyarakat," katanya.

Untuk menangani permasalahan dengan nasabah, bank telah membentuk tim taskforce. Penyelesaian masalah dengan nasabah manajemen memberikan masa transisi mulai dari 14 Agustus hingga Akhir Oktober 2017.

Sementara itu Kepala Tim Task Force Penutupan Cabang Bank DKI, Romy Wijayanto menyampaikan bagi Dana Pihak Ketiga ia menyarankan agar seluruh nasabah menutup rekening giro, deposito serta tabungan yang ada.

Jika nasabah belum melakukan penutupan rekening bisa langsung melakukan penarikan melalui jaringan ATM Bersama atau ATM jaringan Prima.Sedangkan bagi nasabah yang terkait dengan kredit masih tetap berjalan meski cabang telah ditutup.

Romy menyampaikan tabungan yang ada bisa dimintai nasabah permohonan pindah ke bank lain. Segala proses ini sepenuhnya akan dibantu Bank DKI tanpa dikenai biaya.

Sementara untuk nasabah kredit pihak bank menyarankan untuk melakukan pelunasan. Jika tidak nasabah masih bisa melakukan penyetoran kredit ke rekening tabungan masing-masing.

Sementara itu Kepala OJK Riau, Muhammad Nurdin Subandi mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan melihat respon nasabah dan melakukan pantauan terhadap penyelesaian masalah yang akan muncul belakangan.

"Termasuk apabila terdapat pengaduan dari nasabah Kantor Cabang Bank DKI di Pekanbaru, kami akan bantu menyelesaikannya," katanya  singkat.(ANTARA)

Editor Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA