Terpekik saat Mendengar Petir, Gajah Sumatera di Riau Mati

Sabtu, 16 Mei 2020 - 19:21:44 wib | Dibaca: 2492 kali 
Terpekik saat Mendengar Petir, Gajah Sumatera di Riau Mati
Petugas BBKSDA Riau saat mengecek kondisi gajah Sumatra dalam keadaan mati. (Dok. Humas BKSDA Riau)

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Satwa gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) bernama Febri (32 tahun) ditemukan mati di dalam kandang Lembaga Konservasi Kasang Kulim, Rabu (13/5).
 
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono memaparkan kematian gajah tersebut berawal pada Selasa 12 Mei 2020 sekira pukul 23.00 WIB, petugas pembersihan kandang macan, Samosir, mendengar pekikan suara gajah setelah terdengar petir yang sangat kuat.
 
"Saat petugas mengecek gajah tersebut, posisi gajah saat itu dalam kondisi terbaring," kata Suharyono kepada GAGASAN, Sabtu (16/5)
 
Melihat gajah terbaring, Samosir langsung menghubungi pemilik Lembaga Konservasi dengan langsung mendatangi rumahnya dan sekaligus memanggil pawang gajah untuk memberi tahukan bahwa gajah dalam posisi terbaring dan tidak mau bangun. 
 
"Saat pawang gajah, Darwis melakukan pengecekan dengan memeluk bagian kepala dan bagian belalai dan ternyata tidak ada napasnya lagi. Gajah sudah dipastikan mati," terangnya.
 
Petugas Lembaga Konservasi langsung melaporkan kepada Balai Besar KSDA Riau. 
 
Selanjutnya Balai Besar KSDA Riau segera menurunkan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan dan menurunkan Tim mesia untuk melakukan neukropsi. 
 
Neukropsi dimulai dari pukul 12.05 WIB dan selesai pada pukul 16.00 WIB, "Adapun penyebab kematian satwa tersebut diduga adalah infeksi/radang saluran pencernaan secara masive dan kronis," papar Suharyono
 
Suharyono memaparakan, gajah tersebut dievakuasi oleh Lembaga Kasang Kulim dengan diberi pakan terus menerus oleh petugas.
 
Pada Selasa 12 Mei 2020, gajah febri (32 tahun) berjenis kelamin jantan tersebut diberikan pakan sebanyak 3 kali.
 
"Pukul 08.00 wib sebanyak 2 gerobak, dengan jenis pakan batang jagung," katanya.
 
Selanjutnya pada pukul 13.00 wib sebanyak 1 gerobak, dengan jenis pakan batang pisang. Pukul 16.00 wib sebanyak 1 gerobak, dengan jenis pakan batang jagung.
 
Pakan diperoleh dari kebun pisang dan jagung yang berada disekitar Lembaga Konservasi tersebut. Batang pisang yang diberikan pukul 16.00 WIB adalah batang pisang yang baru di suplay pukul 13.00 WIB. 
 
Loading...
BERITA LAINNYA