Koleganya Positif COVID-19, Pimpinan DPRD Pekanbaru Minta Kegiatan Diganti Virtual

Sabtu, 26 September 2020 - 15:05:53 wib | Dibaca: 835 kali 
Koleganya Positif COVID-19, Pimpinan DPRD Pekanbaru Minta Kegiatan Diganti Virtual
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Delapan anggota DPRD Kota Pekanbaru terkonfirmasi positif Covid-19, dan menjalani isolasi mandiri di kediaman mereka masing-masing. Atas kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM menyarankan seluruh kegiatan di kantor DPRD Pekanbaru untuk sementara waktu dihentikan dan diganti dengan virtual atau online.
 
"Saya sudah komunikasi dengan Pemko Pekanbaru dan Ketua DPRD bahwa sedapatnya ini (rapat) dilakukan secara virtual, karena tidak mengurangi nilai dan justru lebih fokus untuk rapat," kata Nofrizal, pada, Kamis (24/9/2020) kemarin.
 
Termasuk rapat Badan Anggaran (Banggar) dan juga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Nofrizal juga menyarankan dilakukan secara virtual. Terkait dengan data-data yang akan dibahas selama rapat, Nofrizal juga menyarankan hal tersebut dapat dikirimkan kepada DPRD Pekanbaru berupa berbentuk file soft copy.
 
"Bisa di-print di rumah, dan juga kalau tidak ada print ada aplikasi yang untuk membuka file," pungkasnya.
 
Dengan diterapkan bekerja dari rumah ini, nantinya para pegawai diharapkan tetap mengerjakan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya dengan memanfaatkan sistem virtual atau online.
 
Selanjutnya ia juga meminta seluruh sudut kantor yang ada di DPRD Pekanbaru untuk dilakukan sterilisasi di setiap pagi atau sebelum dimulainya aktifitas kantor."
 
Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan Coronavirus Diseases 2019 ini dapat diputus. Selain itu juga agar aktifitas legislatif juga tak terhenti meskipun adanya beberapa anggota DPRD Pekanbaru yang terpapar COVID-19 ini.
 
Data angka penularan COVID-19 ini di Kota Pekanbaru juga mengalami trend yang meningkat setiap hari. Untuk itu diperlukan evaluasi kembali penerapan protokol kesehatan.
 
Selain itu juga agar penularan COVID-19 ini tidak meningkat perkantoran yang pegawainya ada terpapar COVDI-19 untuk melakukan kebijakan bekerja dirumah kepada pegawainya. Sambil dilakukan tes cepat atau rapid test untuk mengetahui sampai sejauh mana jumlah pegawai yang terpapar COVID-19.

Loading...
BERITA LAINNYA