Semua komunikasi SBY Sudah Diketahui Penyadap

Selasa, 19 November 2013 - 00:28:53 wib | Dibaca: 2013 kali 

[caption id="attachment_6617" align="alignleft" width="300"]Daftar nama Pejabat di Indonesia yang masuk dalam sadapan Directorate Signal Defense (DSD) Australia. (the Guardian) Daftar nama Pejabat di Indonesia yang masuk dalam sadapan Directorate Signal Defense (DSD) Australia. (the Guardian)[/caption]

gagasanriau.com, Jakarta - Intelijen Australia menyamarkan hasil penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat Indonesia hingga seolah-olah merupakan laporan perkembangan teknologi generasi ke-3 atau 3G, dan dampaknya. Namun ternyata di dalam laporan tersebut terkuak bahwa penyadapan dilakukan pemerintah Australia terhadap Indonesia.

Memang jika melihat laporan penyadapan ini, yang di bagian depan berjudul '3G: Impact and Update' tidak ada dugaan negatif bahwa yang dilaporkan adalah penyadapan, kecuali, jika membaca bagian bawah slide yang bertuliskan 'Top Secret Comint' serta yang mempresentasikan adalah DSD (Defence Signalling Directorate).

Dan di awal pun, laporan masih basa-basi mengenai perkembangan 3G di beberapa negara seperti Kamboja, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Baru setelah sampai pada slide 'IA Leadership Targets + Handset' baru nampak siapa saja yang menjadi target.

Apalagi setelah mengetahui trafik komunikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke banyak orang. Dapat dipastikan, penyadapan sudah dilakukan dan ada diskusi yang berupa analisa dari penyadapan. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi melihat bahwa, ketika ditampilkan call data record (CDR) dari trafik komunikasi SBY, bagi penyadap maka sudah tidak ada yang rahasia dari komunikasi SBY dengan orang lain.

"Semua komunikasi SBY sudah diketahui penyadap. Ibarat kata, SBY buang air besar saja mereka sudah tahu," kata Heru.

Dan itu, tambahnya, tidak hanya berhenti di situ. Lawan bicara, juga pasti disadap, bahkan sampai 3 atau 4 turunan percakapan dapat diketahui. "Indonesia sudah seperti negara di dalam rumah kaca yang secara transparan terlihat dari luar, kalau tak mau dibilang seperti telanjang," katanya.

Merdeka.com


Loading...
BERITA LAINNYA