GAGASANRIAU.COM, BENGKALIS - Cuaca panas terjadi di wilayah Bengkalis hampir dua pekan terakhir membuat ancaman Karhutla kembali muncul di wilayah Bengkalis. Bahkan dua titik Karhutla sudah terjadi beberapa hari belakangan.
Hal ini diungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis Salman Alfarisi melalui Manager Pusdalops PB Erzansyah, Minggu (25/1).
Menurut dia, ada dua titik Karhutla yang sudah muncul serta dalam proses pemadaman. Dua titik tersebut diantaranya terjadi di Kecamatan Rupat dan Kecamatan Mandau.
"Karhutla di Rupat muncul sejak Sabtu lalu tepatnya di Desa Sukarjo Mesim dengan luas lahan yang terbakar sekitar dua hektare. Saat ini petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan," ungkap Erzansyah.
Menurut dia, api diketahui petugas, Sabtu (24/1) kemarin, petugas gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Pemadaman dilakukan di dua titik di sana, diantaranya jalan Parit Beton dan Jalan Jawa karena masih mengeluarkan api dan asap.
"Kendala di lapangan di hadapi petugas yakni kondisi air tidak memadai. Tim masih mengupayakan melakukan penyekatan air untuk membantu ketersedian air di lapangan," jelasnya.
Sementara titik Karhutla kedua terjadi di Kelurahan Pematang Pudu kecamatan Mandau. Api diketahui muncul sejak petang kemarin dan petugas sudah bergerak ke lokasi pagi tadi.
"Petugas sudah di lapangan melakukan pemadaman, luas lahan masih menunggu laporan tim yang di lokasi yang jarak tempuh cukup jauh," terangnya.
Erzansyah mengatakan, kondisi saat ini memang memasuki masa peralihan musim dari hujan beralih ke kemarau. Tingkat cuaca panas sudah terjadi di beberapa wilayah termasuk di Bengkalis.
BPBD Bengkalis mengimbau seluruh masyarakat terutama pihak Desa yang daerahnya berpotensi Karhutla untuk melakukan maaping. Dengan mengedepankan upaya pencegahan agar titik Karhutla tidak muncul.
"Kita juga mulai mengintensifkan patroli di wilayah yang rawan Karhutla. Satuan tugas penanganan Karhutla sudah bergerak di seluruh wilayah melakukan pemantauan dengan patroli rutin Karhutla," tandasnya.(*)