GAGASANRIAU.COM, KAMPAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampar terjadi, meski musim hujan belum lama berlalu. Perdana di tahun 2026, langsung enam kasus.
Kepala Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kampar, Adi Candra Lukita menyebutkan, kasus pertama terjadi Selasa (20/1/2026).
Berlokasi di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung. Kebakaran menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan semak belukar.
Kasus kedua di Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar pada Rabu (21/1). Pun semak belukar sekitar 0,5 ha.
Ketiga di Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampar pada Sabtu (24/1). Terjadi di semak belukar sekitar 1 ha.
Kasus baru terus bertambah hingga Minggu (25/1). "Hari ini terjadi di tiga lokasi," katanya.
Tiga kasus tersebar di Desa Salo Timur dan Desa Salo Kecamatan Salo. Satu lagi di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar itu mengatakan, petugas sedang berupaya melakukan pemadaman.
"Sekarang kita masih fokus pemadaman di (Kecamatan) Salo," katanya. Pihaknya belum mendata luas areal yang terbakar.(*)