Jagal Sadis di Ikon Wisata Siak: 2 Rusa Mati, Keamanan Pemda Dipertanyakan

Jagal Sadis di Ikon Wisata Siak: 2 Rusa Mati, Keamanan Pemda Dipertanyakan
Aksi jagal sadis menghantam ikon wisata Siak. Dua ekor rusa di bawah Jembatan TASL mati mengenaskan

GAGASANRIAU.COM, SIAK, — Bikin heboh, akibat ulah aksi kriminalitas menghantam ikon wisata edukasi Kabupaten Siak, Riau. 
Kali ini kawanan pencuri menyatroni penangkaran rusa di bawah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL), Senin (16/3) dini hari.

Pelaku tak sekadar mencuri, para begal itu juga melakukan aksi jagal sadis di lokasi kejadian.

Peristiwa ini mengungkap celah lebar dalam sistem pengamanan aset wisata milik Pemerintah Kabupaten Siak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun yang dilansir oleh riauterkinicom, pelaku diduga memanfaatkan minimnya fasilitas pendukung di area vital tersebut untuk melancarkan aksinya.

Eksekusi Keji di Dalam Kandang

Paula Chandra, Kabid Destinasi, Industri dan Pemasaran Pariwisata Disbudparpora Siak, mengonfirmasi bahwa jejak kejahatan ditemukan pertama kali saat pengecekan rutin Senin pagi.

Para pelaku disinyalir menyembelih hewan malang tersebut di tempat. Hal ini diperkuat dengan temuan jeroan rusa yang ditinggalkan begitu saja di area penangkaran, sementara dagingnya dibawa kabur.

"Kuat dugaan rusa tersebut dipotong di tempat, dagingnya dibawa kabur dan ususnya dibuang begitu saja," ujar Paula kepada awak media, Senin (16/3).

Tak berhenti di situ, satu ekor rusa lainnya ditemukan dalam kondisi sekarat dengan kaki patah akibat hantaman benda tumpul sebelum akhirnya mati.

Akibat insiden ini, populasi rusa yang menjadi daya tarik warga Siak tersebut kini berkurang menjadi 38 ekor.

Sorotan pada Fasilitas dan Penjagaan

Tragedi ini memicu kritik keras terkait manajemen pengamanan destinasi wisata.

Pasalnya, sisi utara kandang yang menjadi titik masuk pelaku dilaporkan minim penerangan (gelap gulita) saat malam hari.

Kondisi tersebut dianggap memberi "karpet merah" bagi pelaku kriminal untuk beraksi tanpa terdeteksi oleh petugas jaga.

Selain melaporkan kasus ini ke Polsek Siak, pihak Disbudparpora kini tengah melakukan investigasi internal terhadap personel jaga malam.

Publik kini menunggu langkah tegas kepolisian dan evaluasi total dari Disbudparpora Siak.

Kejadian ini menjadi rapor merah bagi perlindungan satwa di kawasan wisata yang setiap sorenya menjadi pusat kerumunan keluarga tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index