GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kantor SAR Pekanbaru menurunkan tim penyelamat di tengah kegelapan malam berjibaku mengevakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di Jalan Sembilang, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai Timur, Minggu (19/4) dini hari.
Tercatat lima orang warga, mayoritas balita dan anak-anak, terpaksa dilarikan ke tempat aman setelah air merendam pemukiman mereka dengan cepat.
Kondisi darurat ini menambah panjang daftar kerentanan pemukiman di wilayah pesisir Sungai Siak terhadap ancaman banjir saat intensitas hujan meningkat.
Panggilan Darurat dan Koordinat LKP
Diungkapkan Budi Cahyadi Kepala Kantor SAR (Kansar) Pekanbaru bahwa pihaknya menerima laporan urgensi evakuasi pada pada pukul 00.40 WIB dari Rais, pihak BPBD Provinsi Riau.
"Berdasarkan laporan tersebut, enam orang warga terjebak di tengah kepungan banjir yang terjadi sejak pukul 23.50 WIB, Sabtu (18/4) " ungkap Kukuh Humas Kantor SAR Pekanbaru mewakili Budi Cahyadi. Minggu pagi (19/4) dalam keterangan tertulis diterima GagasanRiau.Com.
Mendapat laporan tersebut, Tim Rescuer segera memetakan posisi kejadian (LKP) pada titik koordinat 0°33'43"N 101°26'53"E.
Lokasi yang berada di Jalan Sembilang tersebut merupakan salah satu titik rendah yang rawan terdampak luapan air.
Evakuasi Korban: Balita Usia 3 Tahun Jadi Prioritas
Hanya dalam waktu sepuluh menit setelah laporan diterima, tepatnya pukul 00.40 WIB, enam orang personel rescuer diberangkatkan menuju lokasi.
Dengan menempuh jarak sekitar 10 kilometer ke arah heading 358 derajat, tim tiba di LKP pada pukul 01.10 WIB dan langsung memulai proses evakuasi.

Fokus utama penyelamatan tertuju pada empat anak-anak dan satu perempuan dewasa yang masih terjebak di dalam rumah.
Berikut data korban yang berhasil dievakuasi:
- Fuji Meizar (Perempuan, 35 th)
- Afifah (Perempuan, 4 th)
- Zio (Laki-laki, 3 th)
- Alif (Laki-laki, 8 th)
- Zafa (Laki-laki, 6 th)
- (Catatan: Satu orang lainnya telah berhasil dievakuasi lebih awal secara mandiri/oleh warga setempat).
Operasi Tuntas di Dini Hari
Proses evakuasi berlangsung cepat dan terukur. Tim SAR memastikan seluruh korban dibawa ke titik yang lebih aman untuk diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu.
Setelah memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kondisi membahayakan di lokasi tersebut, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 01.40 WIB.
Kejadian ini kata Kukuh, menjadi peringatan keras bagi otoritas setempat mengenai sistem drainase dan mitigasi bencana banjir di wilayah Rumbai Timur yang kerap mengancam keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti balita.