GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, -- Lantaran buruknya drainase dan pemeliharaan jalan, akhirnya kembali memakan tumbal di "Kota Bertuah".
Korbannya Aliza Thahira Fitri (19), seorang mahasiswi warga Jalan Bakti Karya, Kelurahan Bandarraya, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.
Dia tewas mengenaskan setelah terlindas dump truck di Jalan Siak II jalur timur, tepatnya di Bundaran Restu Ibu, Kamis (30/4/2026).
Tragedi memilukan tersebut dipicu oleh lubang jalan yang menganga. Akibat lalainya pemerintah menyediakan infrastruktur yang aman hingga merenggut masa depan seorang masa depan bangsa di aspal panas.
Peristiwa berdarah ini bermula ketika Aliza mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi BM 2985 ABT, melaju dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraannya diduga menghantam lubang di sisi kiri jalan—sebuah jebakan maut yang sering luput dari perhatian otoritas terkait.
Benturan keras itu membuat Aliza kehilangan kendali. Sepeda motornya oleng seketika, melemparkan tubuh mahasiswi malang tersebut ke arah kanan badan jalan.
Naas, di saat yang bersamaan, sebuah kendaraan berat jenis dump truck tengah melintas dari arah yang sama.
Tanpa ruang untuk menghindar, Aliza langsung terlindas roda baja kendaraan tersebut. Namun, alih-alih menunjukkan empati dan memberikan pertolongan, pengemudi dump truck justru memilih tindakan pengecut dengan memacu kendaraannya dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polisi Buru Sopir Misterius
AKP Satrio Bagus Wiracaksana, Kasatlantas Polresta Pekanbaru, , mengungkapkan insiden tragis ini. Pihaknya menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lapangan.
"Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia di Jalan Siak II, tepatnya di Bundaran Restu Ibu," ujar Satrio, Kamis malam dikutip dari cakaplahcom.
Satrio memaparkan hasil olah TKP sementara yang menguatkan dugaan bahwa kondisi jalan yang rusak menjadi faktor utama penyebab jatuhnya korban.
"Korban diduga menabrak lubang di sisi kiri jalan sehingga terjatuh dan kemudian terlindas dump truck yang melintas," tambahnya.
Darurat Perbaikan Jalan
Akibat lindasan kendaraan berat tersebut, Aliza mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, identitas pengemudi truk yang melakukan aksi tabrak lari tersebut masih gelap. Polisi tengah menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute pelarian serta mendalami keterangan saksi.
"Untuk pengemudi dump truck masih dalam lidik. Kami terus melakukan penelusuran," tegas Satrio.
Kematian Aliza menjadi tamparan keras bagi pihak berwenang. Di akhir pernyataannya, AKP Satrio tidak hanya mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap jalan rusak, tetapi juga melemparkan "bola panas" kepada pihak terkait untuk segera bertindak.
"Kami mengingatkan pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi jalan. Kami juga berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan terhadap jalan berlubang guna mencegah kejadian serupa," pungkasnya.