DPRD Pekanbaru : Kontradiksi Stok BBM, Pertamina Klaim Aman, Tapi Solar di Pekanbaru Tapi Kok Langka?

Jumat, 13 Maret 2026 | 20:16:03 WIB
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Klaim klasik PT Pertamina (Persero) mengenai jaminan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali berbenturan dengan realita pahit di lapangan.

Di Kota Pekanbaru, antrean kendaraan khususnya jenis truk terpantau masih "mengepung" sejumlah SPBU demi mendapatkan solar, memicu kecurigaan adanya praktik mafia penimbunan jelang Idulfitri.

Merespons anomali ini, Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, menyatakan pihaknya mulai kebanjiran laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan distribusi.

"Kenyataannya masyarakat mulai sulit mendapatkan BBM tertentu. Kami menerima banyak aduan soal indikasi penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum Lebaran," tegas Zulkardi, Jumat (13/3).

Sidak dan Ancaman Pidana

Zulkardi memastikan DPRD tidak akan tinggal diam melihat ketimpangan antara data stok dan fakta di SPBU. Dalam waktu dekat, parlemen kota dijadwalkan bakal menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah titik krusial guna membongkar simpul kemacetan distribusi.

Sidak ini direncanakan bakal menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta aparat penegak hukum. Fokusnya jelas: memastikan tidak ada "permainan" di balik layar antara pengelola SPBU dan spekulan.

"Kami tidak ingin ada pihak yang 'bermain' di atas penderitaan rakyat yang butuh mobilitas tinggi jelang Lebaran. Jika ditemukan bukti penimbunan atau penyimpangan, kami dorong proses hukum hingga tuntas," cetus politisi moncong putih tersebut.

Mengejar Transparansi Pengelola SPBU

Selain pengawasan fisik, DPRD Pekanbaru juga bakal memanggil para pengelola SPBU untuk membedah pola distribusi mereka. 
Legislator ingin memastikan apakah kelangkaan ini murni akibat lonjakan permintaan atau memang ada pasokan yang "dibelokkan" sebelum sampai ke pompa pengisian.

Zulkardi juga secara terbuka meminta warga Pekanbaru untuk menjadi mata dan telinga tambahan bagi pemerintah.

"Jangan ragu melapor jika melihat praktik mencurigakan, seperti pengisian jeriken berlebih atau kendaraan yang bolak-balik mengisi tangki modifikasi. Laporan itu akan menjadi modal kami untuk bertindak," pungkasnya.

Terkini