GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, – Pada momentum Ramadan sering kali dipandang sebagai waktu untuk memperlambat ritme kerja. Namun, bagi lembaga legislatif di Bumi Lancang Kuning, bulan suci ini justru diletakkan sebagai ujian kedisiplinan dan pengabdian yang lebih dalam kepada masyarakat.
Kaderismanto, Ketua DPRD Provinsi Riau, mengeluarkan imbauan humanis namun tegas kepada seluruh anggota dewan. Ia meminta agar pelaksanaan tugas kedewanan tetap dimaksimalkan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Baginya, ibadah puasa tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kinerja lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran.
Puasa Sebagai Momentum Integritas
Kaderismanto menekankan bahwa seluruh anggota DPRD tetap harus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara optimal.
Aktivitas kedewanan menurutnya harus tetap berjalan sebagaimana mestinya di tengah suasana Ramadan dan persiapan Hari Raya Idulfitri.
Sebab, DPRD memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.
"Yang paling penting adalah tupoksi kita tetap berjalan, baik itu fungsi pengawasan, legislasi, maupun budgeting,” ujarnya saat diwawancarai di Pekanbaru, Senin (9/3/2026).
Secara cerdas, ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kedisiplinan dan integritas dalam bekerja.
Oleh karena itu, para anggota dewan diharapkan tetap aktif mengikuti berbagai agenda kedewanan yang telah dijadwalkan.
Kaderismanto menegaskan, agenda DPRD tetap berjalan seperti biasa, mulai dari rapat-rapat komisi, pembahasan kebijakan daerah, hingga berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.
Menurut Kade, DPRD harus tetap hadir dan bekerja untuk memastikan program pembangunan daerah berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Responsif terhadap Gejolak Sosial
Sisi progresif dari arahan ini terlihat saat Kaderismanto meminta seluruh anggota dewan untuk tetap responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Terutama, masalah yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pada periode ini, biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang diiringi dengan berbagai persoalan klasik namun krusial, seperti kondisi infrastruktur, stabilitas harga bahan pokok, hingga pelayanan publik.
Di sinilah peran strategis DPRD diuji dalam memastikan pemerintah daerah mampu mengantisipasi berbagai potensi persoalan yang muncul.
“Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa, tugas kita sebagai wakil rakyat tetap harus dijalankan dengan baik,” katanya politisi PDI Perjuangan Riau ini.
Menjaga Marwah Lembaga
Ia menilai bahwa kedisiplinan dan komitmen dalam menjalankan tugas kedewanan menjadi hal yang sangat penting agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif tetap terjaga.
Kaderismanto juga mengingatkan bahwa DPRD merupakan lembaga yang memiliki fungsi strategis dalam sistem pemerintahan daerah.
Oleh sebab itu, setiap anggota dewan diharapkan dapat menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan misalnya, DPRD harus memastikan bahwa program dan kebijakan pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Begitu pula dalam fungsi legislasi, DPRD diharapkan mampu melahirkan berbagai peraturan daerah yang dapat mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara dalam fungsi penganggaran, DPRD memiliki peran penting dalam memastikan bahwa penggunaan anggaran daerah dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Dengan semangat ini, Ramadan di gedung wakil rakyat Riau diharapkan menjadi saksi pengabdian yang tulus bagi kesejahteraan bersama.