Tragedi di Tanjung Buton Siak, Kapal Pompong Tenggelam Tergilas Tongkang, 1 Tewas dan 3 Hilang

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:12:47 WIB
Tim SAR Pekanbaru saat persiapan keberangkatan ke Buton Siak

GAGASANRIAU.COM, SIAK — Kembali, kecelakaan laut fatal kembali terjadi di perairan Riau. Kantor SAR Pekanbaru melaporkan sebuah kapal pompong dilaporkan karam dan tenggelam usai terseret arus ekstrem di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, pada Selasa (7/7) tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB.

Menurut Kantor SAR Pekanbaru tragedi tersebut telah menelan korban jiwa.

Berdasarkan manifes data terbaru, dari total penumpang yang berada di atas kapal pompong tersebut, 3 orang dinyatakan selamat, 1 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 3 korban lainnya hingga kini masih hilang misterius di Teluk Siak.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Pekanbaru mengonfirmasi bahwa laporan kecelakaan laut ini pertama kali masuk dari perempuan bernama Jeny, perwakilan Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra.

Kronologi Mencekam: Terseret Arus Kuat hingga Terjebak di Bawah Tongkang

Peristiwa kelam ini bermula ketika kapal pompong tersebut tengah membelah ombak untuk melaksanakan tugas krusial, yakni melakukan pemeriksaan draft survei di kapal raksasa MV Himala yang tengah lego jangkar.

Nahas, kondisi alam di perairan Siak mendadak berubah ekstrem. Arus bawah laut yang sangat kuat dan ganas menghantam lambung kapal pompong dengan membabi buta.

"Akibatnya fatal, kapal kecil tak bertenaga itu kehilangan kendali lalu terseret masuk ke bawah kapal tongkang yang sedang bersandar tepat di sisi MV Himala " ungkap Budi Cahyadi Kepala Kantor SAR Pekanbaru melalui Humasnya Kukuh Selasa (7/7) di Pekanbaru.

Selanjutnya, pompong yang terjebak di bawah struktur besi tongkang berukuran masif tersebut langsung terbalik dan tenggelam ke dasar laut dalam hitungan menit.

Tim SAR Turun ke Lokasi: Operasi Penyelaman Dikondisikan

Merespons cepat situasi darurat yang mengancam nyawa ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru langsung bergerak cepat dengan memberangkatkan tim rescue taktis sebanyak 10 personel menuju titik koordinat kejadian.

Otoritas SAR memastikan bahwa fokus operasi pencarian hari ini akan dipusatkan penuh di sekitar ltitik terakhir kapal dinyatakan hilang.

"Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian terhadap para korban. Semoga korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," jelas Kukuh.

Selain menyisir permukaan air secara masif, tim SAR bersiap melakukan operasi penyelaman ekstrem ke dasar laut apabila kondisi cuaca dan visibilitas arus di bawah air memungkinkan untuk dilakukan aksi infiltrasi.

Hingga berita ini diturunkan, Kantor SAR Pekanbaru terus melakukan koordinasi intensif dan memperkuat sinergi dengan berbagai unsur maritim terkait di lapangan.

Skenario evakuasi juga telah dimatangkan: jika para korban yang hilang berhasil ditemukan, tim medis akan langsung mengevakuasi mereka secepat kilat ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan penanganan darurat yang komprehensif.

Terkini