GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menegaskan bahwa seluruh biaya pemulangan jenazah jemaah haji yang wafat di Embarkasi Batam mutlak menjadi tanggung jawab finansial dan operasional penuh dari pihak maskapai penerbangan.
Dimana sebelumnya soal kepastian hak konstitusional jemaah ini mencuat di tengah duka mendalam atas gugurnya dua calon jemaah haji asal Bumi Lancang Kuning sebelum sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon, saat menyambut kepulangan jenazah jemaah haji kloter Riau asal Kota Pekanbaru, Mery Aganmar (54).
Dimana, Mery dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (21/5) pukul 06.41 WIB di Rumah Sakit Awal Bros Botania, Batam.
"Kami memastikan bahwa seluruh biaya pemulangan jemaah haji yang wafat di Embarkasi Batam ditanggung sepenuhnya oleh pihak penerbangan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti yang dilakukan oleh pihak Lionair melalui PT Krakatau, karena dua daerah tersebut, Kampar dan Kota Pekanbaru memanfaatkan fasilitas dari pihak penyedia jasa layanan tersebut," ujar Defizon dikutip dari Riauposco.
Prosedur Cepat Evakuasi Jenazah dari Batam
Defizon juga membeberkan, rantai penanganan medis hingga birokrasi pemulangan jemaah haji yang wafat sebelum keberangkatan ke Arab Saudi ini langsung diproses secara taktis.
Otoritas embarkasi melakukan koordinasi kilat bersama manajemen rumah sakit rujukan, maskapai penerbangan, dan pihak keluarga jemaah untuk memangkas waktu pengiriman jasad.
Berdasarkan data terkini syiar haji 2026, tercatat sudah ada dua jemaah haji asal Provinsi Riau yang terpaksa dipulangkan dalam peti jenazah akibat didera sakit dan wafat di Embarkasi Batam.
Seluruh ongkos kargo udara dan penanganan jenazah keduanya dipastikan bersih dari pungutan keluarga karena ditanggung maskapai.
"Ini merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab yang diberikan kepada jemaah haji. Pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam situasi duka," imbuh Defizon menambahkan dimensi perlindungan hak jemaah.
Apresiasi Sinergi Pengiriman Lintas Udara
Kemenag Riau juga kata Defizon, turut melayangkan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur gabungan yang bergerak cepat di lapangan, sehingga proses pemulangan jenazah dari Batam menuju kampung halaman di Riau dapat menembus jalur hijau tanpa hambatan teknis.
"Atas nama Kementerian Agama Provinsi Riau, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam memberi kemudahan pelayanan Jemaah haji. Kami juga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya dua orang jemaah haji Provinsi Riau di Embarkasi Batam," tutur Defizon menyelimuti keterangannya dengan rasa duka.
"Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui secara luas, dua jemaah haji Riau masing-masing asal Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru yang wafat di Embarkasi Batam tersebut kini telah berhasil dipulangkan ke daerah asal.
Pemulihan manifes jenazah dieksekusi menggunakan unit penerbangan Lion Air melalui biro perjalanan PT Krakatau, selaku pihak pemenang tender yang mengelola operasional transportasi jemaah haji domestik dari daerah asal menuju Embarkasi Batam.