Putus Rantai Anak Putus Sekolah, Disdik Pekanbaru Validasi Lapangan Bantuan Perlengkapan Gratis

Putus Rantai Anak Putus Sekolah, Disdik Pekanbaru Validasi Lapangan Bantuan Perlengkapan Gratis
Agung Nugroho saat mengungjungi salah satu sekolah dasar di Pekanbaru

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kabar gembira buat warga kota, saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) meluncurkan program intervensi sosial dengan membagikan paket lengkap perlengkapan sekolah gratis tahun ini.

Langkah tersebut diambil guna menjamin hak pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP, sekaligus menekan angka anak putus sekolah (drop out) di ibu kota Provinsi Riau.

Dan guna mengantisipasi terjadinya kebocoran anggaran atau salah sasaran yang kerap mewarnai program bantuan sosial, Disdik Pekanbaru kini tengah menggenjot validasi dan verifikasi data kemiskinan secara riil langsung ke sekolah-sekolah penampung.

Alex Kurniawan, Pelaksana Tugas, (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, menegaskan bahwa bantuan ini dirancang komprehensif agar orang tua murid tidak lagi dibebani biaya operasional personal anak saat memasuki tahun ajaran baru.

"Jadi orang tuanya yang tidak mampu, itu kita berikan perlengkapan sekolah. Bukan hanya seragam, tapi nanti juga termasuk sepatu, tas, dan alat tulisnya. Jadi pemerintah kota di bawah kepemimpinan bapak Walikota H Agung Nugroho, ingin memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu ini betul-betul bisa bersekolah dengan baik," kata Alek saat memberikan keterangannya di Pekanbaru, Rabu (20/5).

Menutup Celah Data Fiktif

Alek juga mengungkapkan, jajarannya saat ini tidak mau hanya duduk di belakang meja dalam menentukan penerima manfaat. 
Tim teknis Disdik diklaim sedang menyisir sekolah-sekolah untuk memastikan data yang disodorkan sinkron dengan kondisi ekonomi riil orang tua murid di lapangan. Peta kuota bantuan akan sepenuhnya bersandar pada potret objektif di akar rumput.

"Sekarang kita lagi memmemvalidasi dan verifikasi terhadap data-data tersebut ke sekolah-sekolah. (Untuk jumlah) Itu berdasarkan data di lapangan, dari yang kita himpun melalui sekolah-sekolah," tambahnya menjelaskan alur pengawasan penyerapan bantuan.

Langkah jemput bola ini dinilai krusial agar paket bantuan berupa tas, sepatu, hingga alat tulis tersebut tidak jatuh ke tangan oknum keluarga yang secara ekonomi masuk kategori mapan.

Memburu Target Keadilan Pendidikan

Disdik Pekanbaru kembali menekankan bahwa pergelaran program prioritas ini menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam mengikis ketimpangan sosial di sektor pendidikan.

Akses terhadap fasilitas sekolah yang layak tidak boleh lagi menjadi monopoli kelompok masyarakat kelas atas semata.

Kebijakan di bawah payung kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho ini diklaim murni diorientasikan sebagai instrumen pemerataan hak konstitusional anak bangsa.

"Jadi intinya bukan masalah jumlahnya, tetapi lebih kepada upaya pemerintah kota agar pendidikan ini berkeadilan. Anak-anak yang tidak mampu orang tuanya, itu yang menjadi fokus kita," tegas Alek.

Melalui komitmen pembiayaan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin ini, Pemko Pekanbaru berharap dapat menegakkan pilar keadilan sosial yang riil, di mana keterbatasan ekonomi tidak boleh lagi menjadi barikade bagi anak-anak Pekanbaru untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bermartabat.

"Ini tetap menjadi salah satu program prioritas bapak walikota, pemerintah kota. Ini semata-mata untuk keadilan dalam bidang pendidikan," pungkas Alek secara lugas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index