Secarik Kertas di Teras Rumah, Tragedi Bayi Titipan yang Mengoyak Malam Tarawih di Kuansing

Secarik Kertas di Teras Rumah, Tragedi Bayi Titipan yang Mengoyak Malam Tarawih di Kuansing
Para Personel Polsek Singingi Hilir dan warga Desa Simpang Raya membawa bayi laki-laki yang ditemukan di teras rumah warga setempat, Selasa (17/3/2026) malam. (Foto riaupos.co)

GAGASANRIAU.COM, KUANTAN SINGINGI — Memilukan, malam yang seharusnya penuh khidmat bagi warga Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir, berubah menjadi suasana haru sekaligus penuh tanya.

Hal itu sehubungan dengan ditemukan seorang bayi laki-laki  teronggok di sudut teras rumah warga bersama secarik kertas yang membawa pesan memilukan. "Tolong dijaga" bunyi pesan dalam kertas tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (17/3) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang baru saja melangkah pulang usai menunaikan ibadah Salat Tarawih.

AKBP Hidayat Perdana, Kapolres Kuantan Singingi, melalui Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alfredo Krisnata Kaban, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut bermula saat saksi mata melihat sebuah keranjang bayi diletakkan secara misterius di sudut teras rumahnya.

Baca juga : Bengkalis Lumpuh Jelang Lebaran, Potret Daerah Korban Efisiensi Pusat, Gaji Ribuan ASN dan Perangkat Desa Macet

"Setibanya di rumah, warga ini melihat sebuah keranjang bayi. Setelah diperiksa, ditemukan seorang bayi laki-laki beserta perlengkapan dan selembar kertas berisi identitas serta pesan singkat," ujar Alfredo kepada wartawan, Kamis (19/3).

'Warisan' Perlengkapan dan Harapan yang Putus

Bukan sekadar dibuang, bayi tersebut tampaknya ditinggalkan dengan persiapan "perpisahan" yang matang.

Di dalam keranjang, polisi menemukan tas berisi perlengkapan bayi yang lengkap.

Namun, yang paling menyayat hati adalah secarik kertas yang seolah menjadi saksi bisu keputusan sulit sang orang tua.

"Isinya identitas dan pesan 'tolong dijaga'. Ini yang sedang kami dalami," lanjut Alfredo.

Merespons temuan tersebut, Unit Reskrim Polsek Singingi Hilir yang dipimpin Ipda Erwin langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (18/3) pagi.

Polisi memastikan bayi tersebut ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat, meski harus menghadapi kenyataan pahit terpisah dari pelukan orang tua kandungnya di usia yang sangat dini.

Pencarian Jejak di Tengah Ramadhan

Saat ini, bayi laki-laki tersebut telah dievakuasi dan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Kuantan Singingi untuk mendapatkan perlindungan serta perawatan medis yang layak.

Sementara itu, aparat kepolisian masih berjibaku menyisir jejak pelaku atau orang tua yang tega meninggalkan darah dagingnya sendiri.

Kejadian ini menjadi tamparan sosial di tengah momen Ramadan yang seharusnya sarat dengan nilai kasih sayang dan keluarga. 
Polisi mengimbau kepada siapa pun warga yang memiliki informasi terkait identitas bayi atau melihat aktivitas mencurigakan di sekitar TKP pada malam kejadian untuk segera melapor.

Baca juga : Ribuan Hektare Lahan Kuansing Masuk Usulan TORA, Suhardiman Amby Ingatkan BPN: Jangan Tumpang Tindih!

"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut dan apa motif di baliknya," pungkas Alfredo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index