GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU – Kali ini sektor transportasi daring (gig economy) menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekanbaru di awal Ramadan 1447 H.
Agung Nugroho, Wali Kota Pekanbaru, mengambil langkah persuasif dengan merangkul ribuan mitra pengemudi ojek online (Ojol) dalam agenda Sahur on the Road di Lapangan Purna MTQ, Minggu (1/3/2026) dini hari.
Mengenakan jaket khas driver Ojol sebagai simbol solidaritas, Agung menyapa langsung para "pahlawan aspal" yang menjadi tulang punggung mobilitas logistik dan transportasi di Kota Bertuah.
Acara yang dimulai sejak pukul 02.00 WIB ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga momen intervensi sosial bagi masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah.
Akselerasi Kesejahteraan Lewat Hibah Aset
Bukan sekadar seremonial, Agung Nugroho menyoroti kendala utama yang dihadapi para mitra ojol, kepemilikan aset produksi.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengumumkan pemberian bantuan enam unit sepeda motor untuk para driver.
Langkah ini dinilai strategis karena menyasar driver yang selama ini terbebani biaya sewa kendaraan.
"Kami menyiapkan enam unit motor. Prioritasnya adalah saudara-saudara kita yang saat ini masih menyewa motor untuk bekerja. Dengan memiliki motor sendiri, pendapatan mereka bisa utuh untuk menghidupi keluarga," tegas Agung di hadapan sekitar 2.000 driver.
Sinergi Baznas dan Inklusi SosialDalam agenda tersebut, penyaluran santunan juga dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru.
Menariknya, Agung menunjukkan komitmen inklusi sosial dengan memberikan santunan pribadi bagi driver non-muslim yang ikut memeriahkan acara.
"Acara ini adalah bentuk berbagi tanpa sekat. Baik yang muslim melalui Baznas maupun yang non-muslim lewat dukungan pribadi, semua kita rangkul dalam semangat satu aspal," tambahnya.
Konvoi Simbolik dan Spiritualitas
Rangkaian acara ditutup dengan konvoi motor menuju Masjid Agung An-Nur untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
Pergerakan ribuan massa ojol yang tertib di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman ini menjadi sinyal positif harmonisasi antara pemerintah daerah dengan komunitas pekerja sektor informal.
Langkah Wali Kota Pekanbaru ini diharapkan menjadi stimulus bagi sektor swasta dan instansi lain untuk terus memperhatikan kesejahteraan para mitra pengemudi ojol yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi mikro di Pekanbaru.