GAGASANRIAU.COM, ROKAN HULU -- Akhirnya, dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahirkan kabut asap beracun mulai menggerogoti kesehatan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
Diungkapkan oleh Dinas Kesehatan Rohul mencatat sebanyak 111 warga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terhirup kabut asap pekat.
Data tersebut dihimpun hingga Rabu (26/8) pukul 15.00 WIB dari 21 puskesmas, RSUD, rumah sakit swasta, dan klinik di seluruh wilayah Rohul.
Serangan penyakit pernapasan ini meluas tanpa memandang usia, mulai dari kelompok balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
dr Bambang Triono MM, Kepala Diskes Rohul, membenarkan adanya kenaikan grafik pasien respiratory dibanding hari-hari normal.
"Memang ada peningkatan dari kasus rutin harian. Peningkatan dipicu dampak kabut asap dua hari terakhir," kata Bambang, Rabu (26/8) dikutip dari Riauposco.
Dari total 111 korban ISPA, sebanyak 57 penderita berjenis kelamin laki-laki dan 54 penderita perempuan.
Puskesmas Rokan IV Koto I mencatat lonjakan tertinggi dengan 15 kasus, disusul Tandun I sebanyak 12 kasus.
Wilayah padat penduduk seperti Ujung Batu dan Rambah mencatat masing-masing 10 kasus ISPA.
Sementara Bonai Darussalam melaporkan 8 kasus, diikuti Kepenuhan serta Tambusai Utara I yang mencatat masing-masing 7 kasus.
Merespons ancaman racun udara ini, Pemkab Rohul mendistribusikan 38.800 lembar masker gratis secara serentak.
Pembagian masker menyasar warga di 16 kecamatan melalui 21 puskesmas sejak Rabu pagi hingga siang.Tiap puskesmas dijatah stok 1.500 hingga 2.000 lembar masker untuk meredam paparan partikel berbahaya.
"Stok disiapkan 38.800 lembar dan didistribusikan. Hingga petang tersisa sekitar 19 ribu lembar," jelas Bambang.
Khawatir stok habis akibat krisis asap berkepanjangan, Pemkab Rohul berencana mengemis bantuan pasokan masker ke Pemprov Riau.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah dan wajib memproteksi diri jika terpaksa keluar gedung.
"Kalau udara kembali berasap atau berbau, sebaiknya warga kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak dan lansia," pungkasi Bambang.
Warga yang merasakan gejala batuk, sesak napas, atau iritasi mata diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Pantauan di lapangan menunjukkan guyuran hujan lebat pada Selasa (25/8) malam sempat mengurai kabut asap secara temporer.
Namun pada Rabu petang, asap pekat kembali mengepung dan menyelimuti pemukiman warga di berbagai kecamatan.
Meskipun hujan kembali mengguyur Ujung Batu, Rokan IV Koto, Kabun, Tandun, hingga Bonai Darussalam, ancaman partikel asap belum sepenuhnya reda.