BMKG: Hotspot Riau Tembus 207 Titik, Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat

BMKG: Hotspot Riau Tembus 207 Titik, Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat
Personil Manggal agni yang sedang menyemprotkan air ke dalam lobang gambut yang terbakar

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat kenaikan drastis jumlah titik panas di Bumi Lancang Kuning hingga menyentuh angka 207 titik pada Jumat (28/8) pembaruan pukul 23.00 WIB.

Dimana sebelumnya Mari Frystine, Prakirawan BMKG Pekanbaru, melaporkan jumlah hotspot di Riau melesat drastis dari 69 titik pada pagi hari menjadi 171 titik per Kamis (27/8) pukul 16.00 WIB.

Namun pada Jumat, (28/8) Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengonfirmasi bahwa terjadi peningkatan menjadi 207 titik yang merupakan bagian dari lonjakan 2.051 hotspot yang mengepung seluruh wilayah Pulau Sumatra.

"Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir masih menjadi penyumbang titik panas terbesar. Situasi ini langsung memperburuk mutu udara akibat paparan polutan halus," papar Bella dalam keterangannya yang diterima GagasanRiau.Com, Jumat pagi (28/8).

Dalam data yang dirilis Bella, dominasi hotspot di Riau terkonsentrasi di wilayah tengah dan selatan, dengan rincian per kabupaten/kota sebagai berikut:

  1. Kabupaten Pelalawan: 91 titik
  2. Kabupaten Indragiri Hilir: 58 titik
  3. Kabupaten Siak: 19 titik
  4. Kabupaten Kuantan Singingi: 18 titik
  5. Kabupaten Indragiri Hulu: 17 titik
  6. Kabupaten Bengkalis: 2 titik
  7. Kota Dumai & Kota Pekanbaru: Masing-masing 1 titik

Dampak dari melonjaknya Karhutla ini berujung pada buruknya kualitas udara di Kota Pekanbaru. BMKG merilis grafik riwayat pengujian yang menunjukkan konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) telah melampaui ambang batas aman dan masuk dalam kategori Tidak Sehat.

"Pengukuran konsentrasi partikel berukuran  2,5  tersebut menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring dengan satuan mikrogram. Polutan mikro ini dinilai sangat berbahaya karena mampu menembus saluran pernapasan terdalam " tulis Bella dalam laporannya.

Meski cuaca didominasi udara kabur akibat kabut asap, hingga berawan dari pagi sampai malam, peluang hujan intensitas ringan yang diprakirakan turun di Bengkalis, Pelalawan, Kampar, Dumai, dan Rokan Hilir dinilai belum mampu meredam amukan si jago merah secara signifikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index