GAGASANRIAU.COM, PANGAKLAN KERINCI — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mengakibatkan kabut asap membuat kualitas udara di Kabupaten ke fase mengkhawatirkan.
Kepungan asap Karhutla mendongkrak angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) hingga masuk kategori Sangat Tidak Sehat.
Berdasarkan data resmi pengukuran pada Jumat (28/8) pukul 10.00 WIB mencatat ISPU Pelalawan berada di level 275.
Partikulat halus PM 2.5 teridentifikasi sebagai parameter paling kritis dan beracun yang mendominasi pencemaran udara di kawasan tersebut.
Eko Novitra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan, membeberkan biang kerok di balik lonjakan angka pencemaran yang kian tak terkendali ini.
Menurutnya kebakaran lahan yang belum padam di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, menjadi penyumbang terbesar memburuknya kualitas udara.
"Naiknya ISPU diakibatkan karena kondisi karhutla yang masih terjadi di Desa Rantau Baru," tegas Eko, Jumat (28/8) dikutip dari Riauterkinicom.
Pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu memadamkan titik api di lapangan agar kualitas udara tidak makin terperosok ke zona merah fatal.
Eko mendesak penanganan karhutla di titik-titik krusial dapat dituntaskan secepat mungkin sebelum dampaknya makin meluas.
"Kita berharap tentunya pasca terkendalinya karhutla di Kerumutan juga akan disusul dengan karhutla di Desa Rantau Baru. Sehingga level ISPU di Pelalawan tidak sampai kembali di kategori berbahaya," jelasnya.
Ancaman terhadap paru-paru warga Pelalawan terlihat dari rincian parameter pencemar udara yang dirilis DLH per pukul 10.00 WIB.
Konsentrasi racun PM2,5 melonjak hingga 275 (Sangat Tidak Sehat), sementara parameter PM10 mengekor di angka 161 (Tidak Sehat).
Di sisi lain, parameter pencemar gas terdeteksi masih berstatus aman.
Sulfur dioksida (SO?) berada di level 32 (Baik), sedangkan Karbon Monoksida (CO), Ozon (O?), Nitrogen Dioksida (NO?), dan Hidrokarbon (HC) masing-masing bertengger di angka 0 hingga 5.
Kondisi ini diperparah oleh cuaca terik yang memanggang Pelalawan saat pengukuran berlangsung.
Suhu udara merambat naik hingga 33 derajat Celsius, dipadu kelembapan 64 persen serta tekanan udara 1.012 mBar.
Masuknya kualitas udara ke level Sangat Tidak Sehat melayangkan sinyal bahaya bagi kesehatan populasi rentan hingga warga secara umum.
Masyarakat Pelalawan kini diimbau keras membendung aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker standar jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Ancaman racun asap di Pelalawan sebetulnya bukan cerita baru. Daerah ini sempat mencatat rekor pencemaran terburuk beberapa hari lalu.
Eko membeberkan bahwa ISPU Pelalawan pernah melesat ekstrem hingga menyentuh angka 465 pada Selasa (24/8) lalu—sebuah rekor hitam yang masuk kategori Berbahaya.
Pola lonjakan ini membuktikan bahwa keberhasilan penanganan titik api karhutla di lapangan menjadi satu-satunya penentu untuk menekan racun udara di langit Pelalawan.