Suhu Tembus 34 Derajat, Udara Kabur Akibat Karhutla Intai Riau Sepanjang Hari

Senin, 07 September 2026 | 13:00:13 WIB
Petugas Manggala Agni saat melakukan pemadaman Karhutla Riau

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Indah DN, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan wilayah Provinsi Riau diselimuti udara kabur yang diduga akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang hari ini, Senin (7/9).

Indah DN, mengungkapkan kondisi udara kabur hingga berawan ini juga bakal diiringi dengan cuaca terik dan suhu udara yang menyengat.

Secara rinci, kondisi udara kabur berawan ini diprakirakan terjadi merata sejak pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari di sebagian besar wilayah Riau.

"Meski didominasi udara kabur, potensi hujan berintensitas ringan masih berpeluang turun pada siang hingga sore hari di beberapa wilayah kabupaten " terang Indah DN dalam laporan yang diterima GagasanRiau.com .

Indah juga menjelaskan, wilayah yang berpotensi diguyur hujan lokal meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, serta Kepulauan Meranti.

Adapun suhu udara di wilayah Riau berada pada rentang 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 95 persen.

Untuk pergerakan angin, BMKG memprakirakan bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Sementara itu, untuk prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau dipastikan masih berada dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Ancaman kabut asap ini sejalan dengan melonjaknya pemantauan titik panas (hotspot).

Data BMKG mencatat total titik panas di wilayah Sumatra mencapai angka fantastis, yakni 2.395 titik.

Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang sebanyak 176 titik panas yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota.

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah penyumbang hotspot terbanyak di Riau dengan 69 titik, disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 26 titik.

Selanjutnya, Indragiri Hilir mencatat 21 titik, Kota Dumai 20 titik, serta Pelalawan dan Siak masing-masing menyumbang 12 titik panas.

Adapun wilayah lainnya yakni Kepulauan Meranti dengan 8 titik, Kuantan Singingi 4 titik, serta Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing terdeteksi 2 titik.

Secara regional, Sumatra Selatan menjadi wilayah terbanyak penyumbang hotspot di Sumatra dengan 1.493 titik, disusul Jambi 285 titik, dan Bangka Belitung 215 titik.

Terkini