Kredit Macet Di Bank Riau Kepri Rp300 M Menunggu Karam

Rabu, 28 Mei 2014 - 08:29:59 wib | Dibaca: 1926 kali 

Gagasanriau.com Pekanbaru-Selain kosongnya posisi Direktur Utama (dirut) Bank Riau Kepri, kinerja bank berplat merah ini juga menunjukkan penurunan. Bila dilihat dari Non Performing Loan (NPL) atau biasa disebut kredit bermasalah, terjadi kenaikan yang signifikan secara angka.

Berdasarkan data per 18 Maret 2014 tercatat kredit bermasalah Bank Riau Kepri secara persentase NPL Bank Riau Kepri (BRK) memang masih dibawah batas ambang yag ditetapkan Bank Indonesia, yakni 3,10 persen. Namun secara nilai, angka kredit macetnya sebesar 303,094 miliar. Nilai kredit macet ratusan milyar ini dipredksi bakal terus naik bila posisi direktur utama masih kosong dan terjadinya disharmonis manajemen.

“Gubernur harus cepat-cepat melakukan RUPS untuk menunjuk dirut BRK. Pasalnya BRK sudah ada indikasi kenaikan NPL dan BRK mulai perlu diperhatikan. BRK perlu diperhatikan karena di BRK sekarang tidak ada komandan, hampir 2 tahun tidak ada Dirut. Mana ada bank di dunia ini sampai 2 tahun tak ada Dirut. Satu-satunya cuma BRK. Ini salah siapa? Kan akhirnya orang orang di BRK seperti kehilangan Induk Jadinya. Salah siapa? Salah pemilik bank. Siapa pemilik bank? Pemprov Riau dan Pemkab," sebut pengamat ekonomi Riau Edyanus Herman Halim.

Seperti dilansir sebelumnya, pada akhir semester I tahun lalu, tercatat kenaikan non performing loan dengan nilai sebesar Rp 72,775 miliar. Pada April 2012, NPL berada di posisi 2,73% dengan nominal Rp 207,443 miliar, dan pada April 2013 menjadi Rp 280,218 miliar atau 3,12%.

"Berapapun kenaikan NPL tetap harus dianggap mengkhawatirkan. Namanya juga kredit bermasalah, tentu harus dianggap mengkhawatirkan. Kenaikan NPL ini perlu dikaji dan di analisis, karena menunjukkan terjadinya penurunan kinerja bank. Bisa jadi ada kesalahan bank, mungkin kurang teliti dalam melihat bisnis yang berprospektif atau tidak," ujar Edyanus Herman Halim.

Sementara itu, jajaran direksi yang dikonfirmasi sejak Jumat kemarin belum bersedia memberikan keterangan. Begitu juga dengan humas yang dicoba dihubungi baik secara langsung, via telepon maupun sms, Bahkan pekan kemarin sejak tiga hari yang lalu BertuahPos.com juga selalu menyambangi kantor humas, namun tak satupun bersedia memberikan keterangan. “bapak keluar, saya tidak tahu kapan baliknya,” ujar salah seorang staf kantor humas.(Bertuahpost)


Loading...
BERITA LAINNYA