KPK Ke Riau, Amper Desak Andi Rachman Dan Kroni Ditangkap

Rabu, 13 April 2016 - 19:19:13 wib | Dibaca: 4737 kali 
KPK Ke Riau, Amper Desak Andi Rachman Dan Kroni Ditangkap
Aksi massa AMPER Rabu siang (13/4/2016)

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Provinsi Riau dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Ratusan massa  Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Pemuda Riau (AMPER) Rabu siang (13/4/2016) mendatangai gedung daerah jalan Diponegoro Pekanbaru dimana ditempat tersebut sedang berlangsung Rapat Koordinasi Pendampingan Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah guna mencegah tindak pidana korupsi di Bumi Lancang Kuning.

Dalam tuntutannya AMPER mendesak agar KPK menangkap dan memeriksa keluarga Arsyadjuliandi Rachman alias Andi Rachman karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi. Dengan modus memonopoli seluruh proyek di Pemerintahan Provinsi Riau.

"Kami meminta kepada Kepolisian Negara Daerah Riau, dan kepala Kejaksaan Tinggi Riau serta KPK untuk menangkap dan memeriksa Andi Rachman, Arsyadianto Rachman, Juni Rachman, Irma Rachman, serta kroni-kroninya yakni Ari Nugroho (Anak kandung Anto Rachman, Ornalis, Yul Tarigan, Hamid Indra, Edwar, Azhar Syakban dan Entis Nirwana karena merekalah yang telah diduga merampok  merampok uang rakyat"kata Dodi Sugiarto aktifis AMPER kepada GagasanRiau.Com Rabu siang (13/4/2016) disela-sela aksi demonstrasi.

Andi Rachman selaku Pelaksana Gubernur Riau disebutkan Dodi telah melakukan tindak pidana korupsi dengan mengerahkan seluruh keluarga dan kroninya untuk memonopoli seluruh mega proyek dengan nilai total Rp.2 triliun.

"Kami ingin menjamu KPK untuk hadir disini dihadapan masyarakat Riau, agar kejahatan di Bumi Lancang Kuning ini diakhiri, dan kemiskinan ini dapat diberantas akibat perbuatan kroni Andi Rachman"tukas Dodi.

Aksi demonstrasi yang berlangsung ditbawah terik matahari tepatnya didepan gedung daerah ini juga menarik perhatian masyarakat pengguna kendaraan umum. Aksi demonstrasi ini berakhir setelah acara yang ditaja oleh KPK, BPK, dan perwakilan dari Kementerian Keuangan berakhir.

Reporter Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA