Terkait Ikan Keracunan di Sungai Kampar, Warga Sering Dibohongi PT. RAPP Dan Instansi Terkait

Jumat, 19 Agustus 2016 - 22:31:05 wib | Dibaca: 3783 kali 
Terkait Ikan Keracunan di Sungai Kampar, Warga Sering Dibohongi PT. RAPP Dan Instansi Terkait
Warna air Sungai Kampar tercemar

GagasanRiau.Com Pelalawan - Terkait  ratusan kilogram ikan di sungai Kampar, tepat dimana pembuangan limbah PT. Riau Andalan Pulp and Paper di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Menurut pengakuan warga bukan kali pertama. Dan hal ini membuat warga sudah tidak percaya lagi dengan alasan-alasan yang disampaikan oleh perusahaan bubur kertas tersebut. Maupun dinas terkait yang menangani hasil tes kadar air disungai tersebut.

Dimana, banyaknya ikan mati, diduga akibat limbah berbahaya pabrik bubur kertas PT RAPP. Dan hal ini juga membuat heboh warga hingga secara spontan warga melakukan demo di lokasi kejadian Kamis (18/08/2016) kemarin.

"Kami tidak percaya kepada pihak PT. RAPP kejadian serupa bukan kali ini lagi terjadi dan jawabannya cenderung sama, sampel air diambil dan akan diuji ke laboratorium, hasil labornya kalaupun ada menurut kami akan berpihak ke perusahaan" ungkap warga bernama Eshamadi.  

Ditambahkan Eshamadi salah satu tokoh masyarakat Desa Sering kepada GagasanRiau.Com ketidakpercayaannya ke pihak PT.RAPP dan juga instansi terkait, selalu berjanji akan menunjukkan hasil lab namun hingga kejadian serupa hasilnya hanya isapan jempol.

"Kalau kejadian seperti ini  berulang-ulang populasi ikan pasti akan banyak berkurang apa lagi mata pencaharian warga rata-rata nelayan dan air sungai yang setiap hari kami komsumsi untuk mandi tidak sehat lagi" ujar Madi akrab ia dipanggil.

"Badan saya juga gatal-gatal akibat air sungai yang sudah tercemar limbah perusahaan" jelas warga lainnya.

Warga berharap kepada Presiden Jokowi agar turun tangan dengan persoalan ini karena ketidakpercayaan lagi terhadap instansi terkait di Provinsi Riau. Karena menurut Madi, dapat dicurigai oknum instansi terkait dapat ada kongkalikong dengan pihak perusahaan.

Reporter Rommel Sirait


Loading...
BERITA LAINNYA