Gerah Dengan Ulah Oknum Yang Menjual Nama PLN dan Biro, Ini Komentar Manager Rayon Siak

Selasa, 16 Mei 2017 - 20:11:45 wib | Dibaca: 2898 kali 
Gerah Dengan Ulah Oknum Yang Menjual Nama PLN dan Biro, Ini Komentar Manager Rayon Siak
Salman Manager PT. PLN (Persero) Rayon Siak

GAGASANRIAU.COM, SIAK - Maraknya kasus yang menjual nama ‎Intansi dan Biro PT PLN dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat di Siak, ini pernyataan Salman Manager PT. PLN (Persero) Rayon Siak.  Salman menegaskan, jika ada oknum yang menjual nama Intansi atau Biro PLN agar masyarakat langsung melaporkan ke pihak berwajib. Menurut Salman, akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab itu, akhirnya pelanggan yang menjadi korban.

"Saya selalu mengatakan kepada seluruh Biro yang ada di PLN ini agar mendaftarkan nama anggota mereka. Hal ini saya lakukan, supaya masyarakat yang notabennya Pelanggan PLN tidak menjadi korban. Jika terbukti ada oknum yang menjual nama PLN dan Biro tolong masyarakat melapor ke Polisi," tegas Salman kepada GAGASANRIAU.COM di ruang kerjanya Selasa (16/5/2017).

Untuk menghindari hal demikian, lanjut Salman, kewaspadaa‎n masyarakat (pelanggan PLN,red) perlu ditingkatkan lagi. Dengan demikian, kasus pelanggaran bisa terhindari.

"Kan banyak kasus pelanggaran yang dilakukan Pelanggan PLN akibat oknum nih di Siak, mulai pemindahan ‎Persil KWH, pemasangan KWH baru dan lain sebagainya. Agar tidak timbul permasalahan dikemudian hari antara pelanggan dengan PLN, pelanggan saya anjurkan supaya datang langsung ke kantor PLN Siak‎," jelasnya.

Salman juga berharap, agar sebelum menjadi pelanggan PLN masyarakat harus membaca terlebih dahulu sebelum menandatangani surat kontraknya. Sehingga, apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggan sendiri tidak menimbulkan penyesalan.

"Saya sangat berharap kepada seluruh masyarakat yang mau menjadi pelanggan PLN, agar membaca dan memahami apa yang tertuang dalam surat kontrak yang kita buat, jangan asal tanda tangan aja. Kalau semua sudah dipahami dan ternyata pelanggan melakukan pelanggaran, ya resikonya tanggung sendiri," tutupnya.

Reporter Koko Hariyadi


Loading...
BERITA LAINNYA