Dampak PPKM, Nenek Erni Terpaksa Berkeliling Ramayana Agar Lepatnya Laku

Rabu, 11 Agustus 2021 - 13:44:35 wib | Dibaca: 1042 kali 
Dampak PPKM, Nenek Erni Terpaksa Berkeliling Ramayana Agar Lepatnya Laku
Tampak Nenek Erna berusia 70 tahun masih menjajakan dagangannya keliling Ramayana Trade Center

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Seorang penjual lepat bernama Erni yang saat ini sudah berusia 70 tahun masih menjajakan jualannya di sekitar Ramayana Trade Center yang berada di Jalan Jendral Sudirman.

Sebelum adanya Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dagangannya banyak di beli oleh pengunjung yang datang. Namun hal itu berubah sejak adanya hal tersebut. Erni masih harus mencari nafkah untuk anaknya. 

Selama PPKM ini Erni mengitari jalan di sekitar Ramayana Trade Center supaya dagangannya lebih banyak dibeli, ia berjualan dengan membawa bakul dan juga tongkatnya untuk membantunya berjalan.

“Anak mak enam. Empat orang udah nikah, dua lagi masih jadi tanggungan mak. Kedua anak mak ini dulunya sempat bekerja, tapi karena pandemi, diberhentikan,” katanya kepada GAGASANRIAU,COM.

Erni merasa sedih dan lelah dengan Pandemi yang tak kunjung berakhir. Di usianya yang seharusnya beristirahat di rumah, ia masih mencari sedikit rupiah apalagi saat ini terasa sulit baginya. Perempuan ini bukan tak ingin taat aturan, hanya saja, jika tetap di rumah saja, ia dan anak-anaknya tidak akan bisa makan.

Saat ini ia harus menjadi tulang punggung keluarga sebab suaminya yang telah lama meninggal dunia. Sembari menghela nafas, perempuan sepuh penjual lepat itu berujar bahwa disaat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah hampir sebulanan lebih berjalan, ia merasa dagangan lepatnya kurang laku.

“Biasanya bisa langsung habis dengan berkeliling di sini, tapi sekarang susah banget habisnya. Orang di sini jualan pada tutup. Terpaksa mak keliling lebih jauh lagi,” tuturnya.

Lepat seharga Rp 1500 itu masih terlihat banyak di keranjang merah Erni. Ia biasa membawa 150 lepat. Lepat ini sendiri dibikin oleh salah seorang anak perempuannya yang sudah menikah. 

Kedepannya, perempuan itu berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. PPKM juga tidak diberlakukan lagi sehingga para pedagang bisa berjualan. Dan harapannya yang palingg simple adalah, dagangannya selalu laku.

“Biar bisa makan,” pungkasnya. 

Reporter: Nurwalidaini


Loading...
BERITA LAINNYA