Manfaatkan Minyak Jelantah Tukar dengan Uang di BMJT Inhil

Sabtu, 02 Oktober 2021 - 23:09:43 wib | Dibaca: 630 kali 
Manfaatkan Minyak Jelantah Tukar dengan Uang di BMJT Inhil

GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Banyak tidak diketahui masyarakat bahwa limbah dari minyak penggorengan (Jelantah) bisa ditukar dengan uang.

Jangan sia-siakan minyak jelantah yang ada di rumah anda, jangan dibuang, saat ini bisa dijual ke Bank Minyak Jelantah Tembilahan (BMJT).

Bagi yang mau menjual minyak jelantah bisa datang ke jalan Budiman Tembilahan, atau bisa langsung menghubungi 0812-1177-4363 atau 0852-7410-0736.

Junaidi ketua dari BMJT yang juga merupakan Kepala Mitra CV Arahan Baru Sejahtera (ABS) mengatakan penampungan ataupun agen minyak jelantah ini pertama ada di Kabupaten Inhil.

Untuk di daerah lain sudah tersebar 12 Kabupaten yang ada di Riau salah satunya ialah Kabupaten Inhu, Bengkalis, dan Pelalawan. Sedangkan untuk di Inhil sudah beroperasi lebih kurang 5 bulan.

"Jadi untuk di Kabupaten Inhil BMJT ini baru beroperasi lebih kurang 5 bulan," kata Junaidi yang merupakan pengusaha muda asal Kecamatan Gaung, Sabtu (2/10).

Dikatakan Junaidi, pihaknya siap menjemput minyak jelantah yang ingin dijual, agar masyarakat, pelaku UMKM, Rumah Makan, Pedagang, dan Ibu Rumah Tangga tidak lagi menyia-nyiakan minyak bekas (jelantah) itu. 

"Salah satu sasaran kita ialah Pelaku UMKM, Rumah Makan, Pedagang, ibu rumah tangga serta hotel. Nah untuk saat ini yang sudah menjalin kerja sama dengan BMJT adalah Hotel Inhil Pratama," jelasnya.

Lebih lanjut Junaidi menuturkan bagi masyarakat yang ingin menjual minyak jelantah nya itu di hargai per kilo Rp4.000. Namun BMJT juga memberikan pilihan dari hasil penjualan minyak jelantah ini bisa ditukarkan dengan uang tunai, sembako ataupun emas.

"DMJT ini memiliki program dalam proses penjualannya yaitu bisa di tukarkan dengan keinginan penjual," sebutnya.

Jika minyak jelantahnya mencapai 12 liter maka bisa mendapatkan emas 0,025 gram, kalau ingin menerima sembako itu ditentukan dengan berapa banyak yang dihasilkan dari penjualan minyak jelantah nya makan akan dibelikan sembako sesuai kebutuhan pembeli.

Untuk menunjang keberlangsungan usaha ini Junaidi menyebutkan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak instansi terkait seperti Dinas UMKM, Disdagtrin, dan Pertanian.
 
"Karena minyak jelantah yang kami tampung ini nantinya akan dikirim keluar negeri seperti Singapura dan Belanda. Maka perlu adanya koordinasi dengan pihak pemerintah daerah dan ini juga tertera didalam tujuan BMJT yaitu mengumpulkan limbah untuk di daur ulang menjadi biodiesel," 

Ini juga, kata Junaidi, salah satu mendukung program go green dan go health untuk Indonesia, memberdayakan program Bank Jelantah sebagai solusi pelestarian lingkungan, kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat, 

Dampak dari minyak jelantah jika dibuang sembarangan bisa menimbulkan pencemaran lingkungan serta mengganggu kesehatan jika dikonsumsi berulang-ulan. 

Terakhir Junaidi berharap dengan adanya BMJT di Kabupaten Inhil mampu memberikan dampak positif serta meningkatkan perekonomian masyarakat agar bisa memanfaatkan limbah minyak bekas.

BMJT juga akan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan nasional maupun internasional dalam penanganan dan pengolahan limbah minyak goreng.

"Tentunya kami sangat berharap kepada masyarakat terkhusus Inhil dengan hadirnya Bank Minyak Jelantah Tembilahan bisa dijadikan acuan agar tidak membuang lagi atau mengkonsumsi berulang-ulang minyak goreng bekas," harapnya.

Untuk diketahui, minyak jelantah ini sangat banyak manfaatnya seperti yang diungkapkan, Prof Erliza Hambali, dari Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC), Institut Pertanian Bogor (IPB), pada 2007 lalu dirinya telah membuat penelitian untuk menggunakan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel. Saat itu, digunakan sebagai bahan bahan bakar campuran bagi Bus Transpakuan.

Dari pasokan 1,6 juta KL minyak jelantah mencukupi 32% produksi biodiesel Indonesia. “Keunggulan lain adalah hemat biaya produksi 35% dibanding biodiesel dari CPO biasa dan mengurangi 91,7% emisi CO2 dibandingkan solar biasa,” katanya Pada webinar “Kupas Tuntas Regulasi Minyak Jelantah Dari Aspek Tata Niaga dan Kesehatan”, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Kamis (24 Juni 2021).

Faktanya minyak jelantah tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk biodiesel saja, melainkan juga bisa untuk bahan bakar lampu minyak, aroma terapi, pupuk untuk tanaman, pakan unggas, sabun cuci tangan dan cuci piring, serta cairan pembersih lantai.


Loading...
BERITA LAINNYA