Dukung Perjuangan Petani Desa Payarumbai, Repdem Riau Minta Oknum TNI Tidak Bekingi PT TPS di Inhu

Kamis, 19 Januari 2023 - 11:32:53 wib | Dibaca: 1788 kali 
Dukung Perjuangan Petani Desa Payarumbai, Repdem Riau Minta Oknum TNI Tidak Bekingi PT TPS di Inhu
Massa Tani Repdem saat melakukan pendudukan kawasan yang dikuasai mafia lahan di Kabupaten Kampar

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Provinsi Riau menyatakan dukungan kepada para petani yang tergabung dalam Koperasi Pertanian Perintis Desa Payarumbai Kecamatan Seberida Inhu.   

Dimana massa petani yang tergabung dalam Koperasi Pertanian Perintis Desa Payarumbai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) itu lahan hendak dirampas PT Tugu Palma Sumatera. Apalagi perusahaan tersebut mengerahkan oknum TNI untuk mengintimidasi para massa tani di desa tersebut.

"Terkait konflik agraria antara Koperasi Pertanian Perintis dengan PT Tugu Palma Sumatera yang melibatkan oknum TNI yang mengaku diperintah oleh Dandim 0203 Kabupaten Indragiri Hulu, kami menegaskan mendukung penuh perjuangan kawan-kawan massa petani di Kecamatan Seberida " tegas M Ridwan, Wakil Ketua, Dewan Pimpinan Daerah, Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Provinsi Riau, kepada wartawan, Selasa 18, Januari, 2023 di Pekanbaru.

Bahkan kata Ridwan, Biro Advokasi Rakyat (BARA) Repdem Riau siap turun berjuang bersama massa petani di Kecamatan Seberida Inhu jika PT Tugu Palma Sumatera memaksakan kehendak merampas lahan masyarakat dengan cara menggunakan aparat negara.

Sebelumnya dalam keterangan resmi perwakilan Koperasi Pertanian Perintis Desa Payarumbai Kecamatan Seberida, sempat dintimidasi oknum TNI yang mengaku diperintah oleh Dandim 0203 Kabupaten Indragiri Hulu.

Dimana perusahaan perkebunan sawit PT. Tugu Palma Sumatera bermaksud menguasai lahan yang sudah dikuasi oleh masyarakat.

Menurut Asmar salah satu perwakilan Koperasi Pertanian Perintis,oknum TNI atas nama Pri Ayong pada29 Oktober 2022 mengaku penerima kuasa dari perusahaan.

Dengan membawa beberapa orang preman untuk melakukan pemanenan buah sawit. Oknum yang berprofesi sebagai anggota TNI tersebut ungkap Asmar mengaku telah membeli lahan yang berada di areal PT. Tugu Palma Sumatera seluas 80 hektar dari Delfa Edison.

Namun terang Asmar aksi pemanenan yang akan dilakukan oleh Pri Ayong dan kawan-kawan tidak terjadi karena masyarakat Desa Payarumbai menghadang dan tidak memperbolehkan masuk.

Dan kata Asmar lagi, perdebatan sengit atara oknum TNI dan masyarakat terhenti karena oknum atas nama Ayong dan Condra mengaku dari pihak perusahaan dan akan melakukan mediasi dengan masyarakat.

"Dari pertemuan itu masyarakat meminta agar pihak perusahaan bertemu secara langsung. Namun hingga saat ini perusahaan yang dijanjikan oleh Ayong dan Condra tidak kunjung memenuhi janjinya " beber dia.

"Dan pada Minggu, 15 Januari oknum TNI yang bernama Ayong membawa kurang lebih 15 orang gabungan dari TNI dan preman untuk memasang portal dan menutup akses aktivitas masyarakat dengan mengatas namakan perusahaan. Oknum TNI yang dibawa Ayong berseragam lengkap dengan membawa Senpi. Pri Ayong menyatakan, bahwa dia hanya menjalankan tugas dan perintah dari Dandim, jika disuruh maju kami  maju, jika diperintah mundur oleh Dandim kami mundur " beber dia.

Dan sejak Minggu hingga Senin 16 Januari masyarakat Desa Payarumbai ungkap Asmar, sudah meniginap di lahan tersebut dengan menggunakan tenda-tenda sederhana.

"Anggota TNI yang seharusnya pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi telah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Apalagi dengan arogansinya oknum Ayong mengintimidasi dan membuat rasa takut masyarakat " kata Asmar.

Diterangkan Asmar, terkait konflik lahan tersebut, masyarakat merasa memiliki hak atas lahan perusahaan PT Tugu Palma Sumatera.

Karena, kata dia lagi, perusahaan tersebut ingkar janji dengan pola kerja sama dengan masyarakat sejak tahun 2011.

"Akibat wanprestasinya PT. Tugu Palma Sumatera membulatkan tekad masyrakat mengambil alih lahan dengan melakukan perawatan dan pemanen dengan menajemen sendiri. 

Sampai saat ini masyarakat menunggu pihak perusahaan untuk bisa berunding dan mengambil solusi terbaik, bukan dengan cara-cara mengintimidasi seperti ini " tegas dia.

"Kami kelompok masyarakat Payarumbai sudah jenuh dengan tindakan arogan dari oknum-oknum TNI yang mengatas namakan perusahaan dan atas perintah Dandim. Kejenuhan dan rasa kecewa itulah membuat kami masyrakat menyatakan perlawanan dengan pihak-pihak yang menzolimin dan merebut hak kami " tukas dia.


Loading...
BERITA LAINNYA