Daerah

Sebanyak 212 Pengelola UED-SP di Bengkalis Dilatih Keterampilan Manajemen

GagasanRiau.Com Bengkalis – Sebanyak 212 pengelola Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) dari 53 desa pemekaran selama tiga hari mengikuti pelatihan keterampilan manajemen. Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan pengelola UED-SP mengelola program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Pelatihan keterampilan manajemen dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Burhanudin mewakili Penjabat Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie, di Hotel Marina Rabu malam (26/11/2015). Dikatakannya, sejak empat tahun terakhir Kabupaten Bengkalis telah melaksanan program pembangunan yang difokuskan di pedesaan. Program ini selaras dengan program nawacita Presiden Ri yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.

“Selama empat tahun program UED/K-SP telah memberikan banyak manfaatkan kepada masyarakat, terutama untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Keberadaan program UED-SP untuk tumbuhkembang UMKM, sehingga mendorong percepatan peningkatan pendapatan masyarakat di desa,” tandas Burhanudin.

Pembukaan pelatihan keterampilan yang ditaja oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) dihadiri langsung oleh Kepala BPMPD Ismail, narasumber dari Polres Bengkalis Aspikar dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bengkalis.

Pengelola UED-SP yang bakal mengelola anggaran pemberdayaan ekonomi rakyat sebesar Rp.1 miliar perdesa, agar meningkatkan kemampuan diri. Mengingat dana yang dialokasikan setiap tahun oleh Pemkab Bengkalis, ditujukan untuk meningkat ekonomi dan pendapatan masyarakat desa, sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Burhanudin minta kepada para pengelola UED-SP dari 53 desa, pertama, untuk meningkatkan kemampuan mengemban tugas pokok dan fungsi sebagaimana telah diatur dalam petunjuk teknis yang telah dibuat sehingga pengelolaan dana UED-SP ini dapat dilakukan dengan profesional. Kedua, hindari penyimpangan dari ketentuan yang telah digariskan, sehingga posisi saudara sebagai penjaga jalannya program bukan malah sebaliknya. Ketiga, berikan solusi bagi masyarakat yang memiliki berbagai kendala dalam pengembalian pinjaman sehingga masyarakat tetap dapat melakukan pengembalian pinjaman.

Seperti diketahui, dana yang telah disalurkan sejak 2011 kepada 102 desa/kelurahan mencapai Rp. 403 miliar. Sampai Agustus tahun 2015 telah mengalami perkembangan menjadi sebesar Rp.417 miliar lebih dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebanyak 39.083 orang, dan sekitar 3.983 orang diantaranya adalah pemanfaat dari masyarakat miskin.

Humas/Mirzal Apriliando


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar