Dianugerahi Kurnio Adat Rokan Hulu, Syafaruddin Poti: Bukan Sekadar Kehormatan, Tapi Amanah!

Dianugerahi Kurnio Adat Rokan Hulu, Syafaruddin Poti: Bukan Sekadar Kehormatan, Tapi Amanah!
Prosesi pemberian gelar adat Kurnio Adat kepada H Syafaruddin Poti SH, MH, MM, Wakil Bupati Rokan Hulu

GAGASANRIAU.com, ROKAN HULU -- Haji Syafaruddin Poti, SH, MH, MM, Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), resmi dianugerahi gelar adat Kurnio Adat.

Penghargaan adat ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi sekaligus amanah besar dari para pemangku adat serta seluruh elemen masyarakat Rokan Hulu.

Kabar penganugerahan gelar adat bergengsi tersebut disampaikan secara terbuka melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul yang dirilis oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Rohul.

Dalam dokumentasi resmi yang dipublikasikan, Syafaruddin Poti tampil begitu berwibawa

Politisi PDI Perjuangan ini tampak mengenakan pakaian adat Melayu lengkap berupa teluk belanga warna hitam, peci hitam, serta balutan kain songket khas Melayu yang anggun.

Meski demikian, gelar Kurnio Adat yang kini resmi disandangnya tidak dimaknai sebatas simbol penghargaan formalistis belaka.

Di balik gelar kebesaran tersebut, tersimpan tanggung jawab moral yang sangat berat untuk menjaga marwah adat Melayu, melestarikan warisan budaya lokal, serta semakin mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, para pemangku adat, dan masyarakat luas.

Syafaruddin Poti menegaskan, gelar kehormatan yang diterimanya tersebut akan diresapi sebagai amanah suci yang wajib dijaga serta dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya di dunia dan akhirat.

"Gelar Kurnio Adat ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah yang harus saya jaga dan pertanggungjawabkan. Insyaallah, amanah ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk terus menjaga adat dan budaya serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat Rokan Hulu," ujar Syafaruddin Poti, Ahad (4/10/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Rohul, Syafaruddin ke depan diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai luhur adat dan kebudayaan Melayu ke dalam tiap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan maupun akselerasi pembangunan daerah.

Terlebih lagi, Rokan Hulu selama ini sudah sangat tersohor dengan julukan 'Negeri Seribu Suluk'.

Daerah ini memiliki khazanah tradisi, adat, dan kebudayaan yang melimpah yang senantiasa menjadi pilar utama identitas kemasyarakatan.

Momentum penganugerahan ini sekaligus dipandang sebagai titik balik untuk semakin memperkokoh sinergitas yang harmonis antara jajaran pemerintah daerah dengan lembaga-lembaga adat serta seluruh lapisan elemen masyarakat.

Nilai-nilai adat yang adiluhung diharapkan tidak cuma berhenti di panggung seremoni semata, melainkan tetap hidup dan menjiwai setiap pijakan pembangunan daerah.

Melalui kepemilikan gelar Kurnio Adat ini, Syafaruddin Poti kini resmi memikul tanggung jawab ekstra sebagai bagian integral dari masyarakat adat Rokan Hulu.

Amanah besar tersebut diyakini bakal semakin mendekatkan sosoknya dengan akar rumput, sekaligus memperkuat jembatan penghubung antara birokrasi pemerintahan dan kelembagaan adat.

Pada akhirnya, penganugerahan ini diharapkan tidak terhenti sebagai sebuah selebrasi atau penghargaan visual belaka, tetapi menjadi pengingat abadi bagi seorang pimpinan daerah untuk terus konsisten menjaga marwah masyarakat, adat istiadat, dan kebudayaan Rokan Hulu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index