Siksaan Beruntun Warga Riau, Belum Sembuh Usai Diracuni Asap Karhutla, Warga Kampar Kini Diterjang Banjir

Siksaan Beruntun Warga Riau, Belum Sembuh Usai Diracuni Asap Karhutla, Warga Kampar Kini Diterjang Banjir
Penampakan banjir yang merendam Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (10/10/2026). BPBD untuk Riaupos.co

GAGASANRIAU.com, KAMPAR — Kondisi penderitaan masyarakat Riau di Kabupaten Kampar, Riau, seolah tak diberi jeda oleh bencana alam.

Setelah berbulan-bulan dipaksa menghirup racun asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini warga Kampar dihadapkan pada ancaman bencana baru: banjir luapan sungai.

Kabar terbarunya, banjir merendam permukiman warga di Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, pada Sabtu (10/10).

Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan Sungai Singkuang meluap tak menampung debit air.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar yang dilansir dari Riauposco, air bah dilaporkan mulai menerjang dan masuk ke permukiman sekitar pukul 10.22 WIB.

Ketinggian genangan air cukup mengkhawatirkan, berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter atau setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Sebanyak 126 Kepala Keluarga (KK) kini menjadi korban terdampak ganasnya luapan air.

Sebaran warga terdampak berpusat di dua titik, yakni Dusun 4 RT 09 sebanyak 88 KK dan Dusun 4 RT 19 sebanyak 38 KK.

Hingga Sabtu sore, permukaan air dilaporkan masih bertahan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian dan petugas kebencanaan terus bersiaga serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah desa.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, banjir di Desa Penyesawan disebabkan tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan luapan air Sungai Singkuang," jelas Adi Candra.

Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai, BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi kenaikan debit air susulan.

Masyarakat diminta mengutamakan keselamatan jiwa dan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi jika luapan air kian membahayakan.

Untuk merespons darurat bencana ini, BPBD Kampar telah mengoperasikan delapan personel ke lokasi terdampak, disokong satu unit kendaraan roda empat serta satu unit mesin apung.

Sejumlah kebutuhan mendesak warga kini mulai diinventarisasi, meliputi bantuan bahan pokok (sembako), tempat tidur darurat, pendirian posko kesehatan, serta pasokan obat-obatan.

Di luar bantuan logistik, BPBD menyoroti perlunya langkah struktural berupa normalisasi Sungai Singkuang di Desa Penyesawan agar bencana serupa tak terus berulang.

"BPBD Kampar terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi," pungkas Adi Candra menegaskan ancaman cuaca ekstrem yang masih membayang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index