GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Protes disampaikan wakil rakyat atas kebijakan Pemerintah Pusat yang secara drastis memangkas alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) untuk Provinsi Riau pada tahun anggaran 2027.
Tak tanggung-tanggung, pemangkasan anggaran transfer pusat ke daerah ini menyentuh angka fantastis mencapai Rp1,4 triliun, yang tidak hanya menggerus kas Pemerintah Provinsi Riau, tetapi juga memukul keuangan 12 kabupaten/kota se-Riau.
Kaderismanto SH, Ketua DPRD Provinsi Riau, mendesak Pemerintah Pusat untuk bersikap adil dan mengembalikan porsi DBH migas sesuai dengan kontribusi nyata yang telah disumbangkan Riau bagi penerimaan negara.
"Kita di daerah ini kan diisi oleh rakyat, dan rakyat di daerah ini juga rakyat Indonesia. Tentu daerah ini harus diberikan perhatian khusus untuk membangun," tegas Kaderismanto, Selasa (20/10/2026).
Kaderismanto merincikan, dari total pemangkasan Rp1,4 triliun tersebut, sekitar Rp135 miliar merupakan penyunatan langsung terhadap alokasi DBH Pemprov Riau.
Sementara porsi terbesar sisanya menghantam postur APBD di 12 kabupaten/kota.
Pemotongan anggaran secara sporadis ini dinilai mengancam keberlanjutan program pembangunan infrastruktur serta pelayanan dasar publik di Riau yang sangat bergantung pada transfer pusat.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, DPRD Riau sama sekali tidak keberatan jika pusat menggunakan skema subsidi silang untuk membantu daerah non-penghasil migas.
Namun, sangat tidak adil jika daerah penghasil justru dikorbankan hingga pincang secara finansial.
"Bagaimanapun, tentu harus ada juga perhatian khusus terhadap daerah yang memang memiliki sumber daya alam. Oleh karena itu, terkait dengan transfer pusat ke daerah, harapan kita agar dapat dikembalikan sebagaimana mestinya," cetusnya.
Kaderismanto meminta Pemerintah Pusat segera merevisi kebijakan transfer daerah tersebut agar tidak memicu gejolak sosial serta menghambat iklim pembangunan di Bumi Lancang Kuning.
"Saya yakin, kita semua punya harapan yang sama, agar pemerintah pusat memerhatikan daerah penghasil," tegasnya menuntaskan.