Tekanan Fiskal Tak Padamkan Janji Kampanye, Anton-Syafaruddin Poti Terobos Efisiensi Anggaran

Tekanan Fiskal Tak Padamkan Janji Kampanye, Anton-Syafaruddin Poti Terobos Efisiensi Anggaran
Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti, Wakil Bupati Rokan Hulu Riau

GAGASANRIAU.com, PASIR PENGARAIAN — Anton dan Syafaruddin Poti, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengaku tak akan surutkan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) meskipun ditengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Di bawah kepemimpinan Anton dan Syafaruddin Poti, pemerintah daerah terus berupaya meretas jalan demi merealisasikan janji kampanye mereka.

Sejumlah program prioritas mulai diwujudkan ke tengah masyarakat.

Fokus utama menyasar pembangunan infrastruktur berkelanjutan, penyediaan pinjaman modal usaha tanpa bunga, penyelenggaraan Job Fair, hingga pembagian seragam sekolah gratis.

Rangkaian program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar warga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di kabupaten bertajuk Negeri Seribu Suluk tersebut.

Gali Potensi PAD, Lepas Ketergantungan Pusat

Wakil Bupati Rohul, H Syafaruddin Poti, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh terus-menerus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurutnya, pemetaan dan penggalian potensi internal daerah wajib digenjot guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi menjaga keberlanjutan pembangunan.

"Kita tidak bisa menadahkan tangan terus. Yang penting ada regulasi dari pemerintah pusat. Meski efisiensi berpengaruh, menurut kami itu tidak berakibat fatal dalam memastikan pembangunan berjalan," ujar Poti.

Janji Alat Berat dan Damkar Ditunda

Poti tak menampik bahwa belum seluruh janji politiknya bersama Anton dapat dieksekusi secara instan. Keterbatasan ruang fiskal memaksa pemkab menunda sejumlah pengadaan bernilai besar.

Dua program yang terpaksa ditahan adalah penyediaan armada baru Pemadam Kebakaran (Damkar) serta pengadaan satu set alat berat untuk setiap kecamatan.

Untuk krisis armada Damkar, Pemkab Rohul memilih langkah efisiensi dengan mengoptimalkan perbaikan armada lama agar fungsi pelayanan publik tetap beroperasi.

Sementara untuk pengadaan alat berat per kecamatan, Poti secara terbuka mengakui kondisi keuangan daerah belum memadai.

"Kita belum mampu saat ini. Namun, jika ke depan fiskal kita membaik, saya yakin itu bisa diwujudkan. Untuk sekarang, kita maksimalkan alat yang ada guna memastikan masyarakat mendapatkan aksesibilitas jalan," tegasnya.

Uji Keseimbangan Tata Kelola Keuangan

Di tengah keterbatasan yang ada, Poti optimistis keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mematikan terobosan pimpinan daerah.

Dia menilai peluang pertumbuhan ekonomi masih terbuka lebar jika pemerintah dan masyarakat bergerak selaras.

"Kita punya banyak peluang. Kalau sama-sama bergerak, ada banyak potensi yang bisa dihasilkan untuk meningkatkan PAD," pungkasnya.

Kini, Pemkab Rohul diuji untuk menjaga keseimbangan antara realisasi janji politik, pemenuhan kebutuhan dasar warga, dan penguatan pendapatan daerah di tengah himpitan efisiensi fiskal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index