Daerah

Siswono Minta Sby Fokus Urusi Rakyat

[caption id="attachment_3302" align="alignleft" width="300"]Indonesia membeli pesawat 737-800 Boeing Business Jet 2 seharga 91,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 912,09 miliar. untuk pesawat presiden Sby Kader Partai Golkar meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bekerja lebih fokus membereskan urusan negara dan rakyat[/caption]

gagasanriau.com Jakarta-Kader Partai Golkar meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bekerja lebih fokus membereskan urusan negara dan rakyat mengingat waktu pemerintahan yang kurang dari setahun.

Menurut anggota Komisi IV DPR RI, Siswono Yudo Husodo masih banyak persoalan negara dan rakyat yang belum terselesaikan sementara Presiden SBY justru terlihat sigap dan sibuk mengurus partai maupun pribadinya.

“Saya lihat Presiden lebih responsif jika menyangkut urusan pribadi maupun partainya, sementara urusan rakyat seperti swasembada pangan hanya jadi jargon politik sejak lulus bergelar Doktor Pertanian,” ujar Siswono, Senin (21/10).

Siswono Yudo Husodo menunjukkan fakta hasil Survei Nasional Pol-Tracking Institute bertajuk “Stagnasi Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pemerintah dan DPR” terbaru menyebutkan bahwa kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merosot.

Menurut survei, tingkat kepuasan masyarakat dari pemerintahan SBY di bidang pendidikan mencapai 52,5 persen, kesehatan 47,8 persen, keamanan 41,5 persen, hukum 23,7 persen, dan ekonomi 21 persen. Sedangkan 51,5 persen lainnya menyatakan tidak puas.

Dengan incian 41,5 persen merasa kurang puas dan 10 persen sangat tidak puas. Sisanya, 8 persen menyatakan tidak tahu. Jika dikaitkan dengan beberapa bidang, tingkat ketidakpuasan masyarakat salah satunya ditunjukkan di bidang ekonomi, yakni sebesar 70,9 persen.

Disusul bidang hukum dengan 57,7 persen, bidang keamanan 45,8 persen, bidang kesehatan 43,4 persen, dan bidang pendidikan 37 persen. Soal ketidakpuasan di bidang ekonomi tergambar dari persepsi masyarakat terhadap harga-harga kebutuhan pokok yang semakin mahal dalam beberapa bulan terakhir.

Sedangkan di bidang hukum, masyarakat belum melihat hadirnya koordinasi sistematis dan sinergis antara kepolisian, kejaksaan, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menuntaskan berbagai skandal. Di bidang keamanan, ada beberapa hal yang mempengaruhi persepsi publik.

Pertama, masyarakat akhir-akhir ini cukup resah akibat banyak terbunuhnya anggota kepolisian. Kedua, tingkat kriminalitas di beberapa daerah masih tinggi. Di bidang kesehatan, ada dua isu yang berpengaruh terhadap persepsi publik, yakni soal biaya pengobatan dan pelayanan kesehatan.

Kabarpolitik


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar