Di Pelalawan, PT SLS Garap Tanah Kuburan Leluhur Orang Tanglo


Dibaca: 2177 kali 
Sabtu,25 November 2017 - 12:43:54 WIB
Di Pelalawan, PT SLS Garap Tanah Kuburan Leluhur Orang Tanglo Kuburan warga yang digarap PT SLS
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Edy Gunawan warga dari Kabupaten Pelalawan menyampaikan bahwa masyarakat di desanya menemukan bahwa tanah pemakaman leluhur mereka dari Suku Tanglo sudah ditanami sawit oleh PT Sari Lembah Subur (PT SLS). Atas tindakannya, perusahaan perkebunan sawit grup PT Astra Agro Lestari tersebut dinilai sudah sewenang-wenang terhadap warga setempat.
 
"Keangkuhan PT SLS tetap berlanjut. Bukti keangkuhan itu nampak jelas di daerah Kampung Tanglo, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Areal pemakaman leluhur orang Tanglo di Afdeling M, SP 8 ditanami kelapa sawit hingga tidak berjarak dari kompleks makam" ungkap Edy Jumat malam (24/11/2017) melalui pesan Whatsapp.
 
"PT SLS menanam kelapa sawit mepet sekali ke makam nenek moyang orang Tanglo, ini membuktikan kesewenang-wenangan perusahaan terhadap masyarakat tempatan, yang jelas kami tidak terima dengan perlakuan perusahaan seperti ini" kata Ramlan warga setempat.
 
 
"Banyak sekali areal pemakaman leluhur Tanglo di dalam areal perkebunan PT SLS. Banyak di antara kompleks pemakaman itu yang ditanami kelapa sawit hingga tidak berjarak sama sekali dengan kuburan, bisa dicek di lapangan," kata Ramlan.
 
Dan dijelaskan Ramlan, berdasarkan hasil cek kondisi di lapangan PT SLS ini diterangkannya melakukan pengrusakan sungai sekitar Kampung Tanglo Perusahaan milik Astra ini menanam kelapa sawit bahkan hingga ke atas tebing sungai" ucap Ramlan.
 
 
"Ada dua sungai yang melintas di kampung Tanglo, yakni Sungai Tanglo dan Pay Mambuy, kedua-duanya ditanami secara membabi buta sejak 1990 an oleh PT SLS. Bahkan hingga ke atas tebing sungai. Padahal berdasarkan Kepres No 32 tahun 1990 tentang pengelolaan kawasan lindung, jarak tanam 100 meter untuk sungai besar dan 50 untuk sungai kecil." Diterangkan oleh Darwin Ketua Forum Melayu Tanglo ini.
 
Diberitakan sebelumnya bahwa masyarakat di Kabupaten Pelalawan menduduki perkebunan sawit milik PT Sari Lembah Subur. Masyarakat setempat menilai perusahaan perkebunan sawit grup Astra tersebut dinilai bertindak sewenang-wenang.
 
 
Pendudukan tersebut dikarenakan PT SLS melakukan tukar guling lahan masyarakat tanpa ada persetujuan dari masyarakat.
 
 
Hingga berita ini dilansir pihak manajemen perusahaan yakni Paryono, Sukmayanto dan Pebriansyah saat dilakukan konfirmasi Sabtu (25/11/2017) belum memberikan jawaban resmi.
 
Editor Arif Wahyudi

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,13 November 2018 - 18:16:34 WIB
    Gerakan Sekolah Angkasa Cinta Lingkungan di Lanud Rsn

    Yasarini Lanud Rsn Ajak Siswa TK Bersih Lingkungan

    Yasarini Lanud Rsn Ajak Siswa TK Bersih Lingkungan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Dalam rangka mendukung gerakan Sekolah Angkasa cinta lingkungan, Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Lanud Roesmin Nurjadin bersama seluruh siswa melaksanakan bersih-bersih di lingkungan
  • Kamis,08 November 2018 - 15:34:56 WIB

    Plank Rambu Peringatan Daerah Rawan Buaya

    Plank Rambu Peringatan Daerah Rawan Buaya GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 6 personil turun, dipimpin langsung oleh Kepala Resort Pekanbaru, Jaya Sitorus melakukan pemasangan plank peringatan Daerah Rawan Buaya.   D
  • Rabu,07 November 2018 - 16:11:57 WIB
    Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasiona

    Balai Besar KSDA Riau Lepas Satwa Liar ke Alam Bebas

    Balai Besar KSDA Riau Lepas Satwa Liar ke Alam Bebas GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - 5 Nobember 2018 bertepatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Balai Besar KSDA Riau gelar pelepasliaran satwa dilindungi di kawasan konservasi dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau
  • Rabu,17 Oktober 2018 - 17:36:15 WIB

    JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau

    JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) sebut PT Asia Pacifik Rayon (APR) pabrik pengolahan Viscose Staple Fiber (VSF) memproduksi serat rayon di Kerinci Kabupaten Pelalawan
  • Rabu,17 Oktober 2018 - 10:28:35 WIB

    APRIL Bangun APR, Ancaman Karhutla di Riau Kedepannya Semakin Mengerikan

    APRIL Bangun APR, Ancaman Karhutla di Riau Kedepannya Semakin Mengerikan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sekretaris Jenderal Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Isnadi Esman menyatakan bahwa ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning akan semakin mengerikan dari sebelumnya
KABAR TERKINI
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker