Menabung Oksigen di Kantor Polisi, Gaya Green Policing Polres Inhu dan Ujian Konsistensi

Senin, 16 Februari 2026 | 13:46:31 WIB
Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra saat merilis program Bank Pohon di tengah peringatan HPN ke-80

GAGASANRIAU.COM, RENGAT, — Markas kepolisian biasanya identik dengan berkas perkara dan deru kendaraan patroli. Namun, di Jalan Hang Lekir, Rengat, pemandangannya berbeda. Senin pagi, 16 Februari 2026, Polres Indragiri Hulu (Inhu) merilis "Bank Pohon", sebuah istilah mentereng untuk program pembibitan pohon yang digadang-gadang sebagai wajah baru kepolisian yang peduli lingkungan.

Acara ini bukan sekadar seremoni tanam pohon biasa. Digelar bertepatan dengan syukuran Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra mencoba mengawinkan narasi kemitraan media dengan kampanye Green Policing, instruksi langsung dari Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan.

Bank Pohon: Solusi atau Seremoni?

Melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, Kapolres menyebut Bank Pohon sebagai investasi oksigen. Filosofinya sederhana, masyarakat diajak "menabung" bibit untuk memanen keberlanjutan hidup.

Namun, di tengah masifnya pembukaan lahan dan tantangan banjir tahunan di Indragiri Hulu, publik patut bertanya, sejauh mana gerakan moral ini mampu menahan laju kerusakan ekologi yang nyata?.

“Polres Inhu ingin hadir bukan hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam,” ujar Misran membacakan amanat Kapolres.

Retorika ini manis di telinga, namun efektivitasnya tetap bergantung pada apakah pohon-pohon ini akan benar-benar tumbuh atau hanya menjadi pelengkap dokumentasi kegiatan.

Kemitraan di Bawah Potongan Tumpeng

Peringatan HPN ke-80 menjadi bumbu penyedap dalam acara ini. Pemotongan tumpeng diberikan kepada para elit organisasi pers di Inhu, mulai dari PWI, AJI, hingga IJTI.

Kapolres memuji pers sebagai pilar informasi, sementara para jurnalis diharapkan menjadi corong untuk menggaungkan gerakan menanam pohon ini.

Namun, di balik kehangatan silaturahmi itu, tantangan bagi insan pers Inhu tetaplah sama, menjaga independensi di tengah kemitraan yang kental.

Ketua PWI Inhu, Kasmedi, menyatakan kesiapan pers untuk bersinergi. Meski begitu, publik tentu berharap sinergi ini tidak menumpulkan daya kritis media jika di kemudian hari program "hijau" ini hanya berhenti di seragam dan spanduk.

Ujian ‘Green Policing’

Green Policing di Riau saat ini sedang diuji. Indragiri Hulu, dengan segala kompleksitas agraria dan kerawanan bencananya, membutuhkan lebih dari sekadar "Bank Pohon" di tingkat kepolisian sektor.

Jika Polri benar-benar ingin menjadi penjaga alam, maka penegakan hukum terhadap perusak lingkungan harus segalak promosi bibit di halaman kantor.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit secara simbolis. Kini, bola panas pelestarian alam ada di tangan para pemangku kebijakan.

Bank Pohon diharapkan tidak sekadar menjadi simbol estetika kantor polisi, melainkan menjadi pemicu bagi penegakan hukum lingkungan yang lebih tajam di bumi Indragiri Hulu.

Publik kini menanti, apakah "tabungan" oksigen ini akan berbunga hijau di hutan-hutan Inhu, atau layu di tengah rutinitas birokrasi.

Terkini