Petaka Program MBG di Pelalawan: Roti Berjamur Masuk Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 14 Maret 2026 | 05:11:48 WIB
Kondis Roti berjamur di SDN 009 Kuala Terusan Pelalawan

GAGASANRIAU.COM, PELALAWAN, — Lagi dan lagi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan nutrisi siswa kini justru berubah menjadi ancaman kesehatan.

Kali ini kejadian mengerikan terjadi diDi SDN 009 Kuala Terusan, Kabupaten Pelalawan, paket makanan yang dibagikan kepada murid ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Roti yang diduga sudah berjamur dan tidak layak konsumsi.

Temuan ini memicu amarah orang tua murid yang merasa kesehatan anak-anak mereka dijadikan taruhan.

"Kami khawatir. Roti berjamur itu jelas sudah rusak atau kedaluwarsa. Kenapa bisa lolos sampai ke tangan anak-anak?" keluh salah satu orang tua siswa, Jumat (13/3/2026).

Kepala Sekolah 'Lepas Tangan'?

Ironisnya, pihak sekolah terkesan tidak berdaya sekaligus tidak tahu-menahu soal kualitas makanan yang masuk ke lingkungan mereka. Kepala SDN 009 Kuala Terusan, Adlin, secara mengejutkan mengaku belum mengetahui detail kejadian tersebut.

Menurutnya paket makanan MBG didistribusikan langsung kepada siswa tanpa melalui proses screening atau pemeriksaan rincian dari pihak sekolah.

Lebih janggal lagi, Adlin mengaku buta soal siapa sebenarnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau vendor yang bertanggung jawab atas suplai makanan tersebut.

"Belum mengetahui tentang kejadian tersebut, karena makanan MBG langsung dibagikan kepada seluruh siswa," ungkap Adlin.

Mengejar Jejak Penyedia 'Misterius'

Berdasarkan investigasi di lapangan yang dilansir dari haluanriau.co, muncul dugaan kuat bahwa penyedia makanan tersebut adalah sebuah SPPG yang bermarkas di sekitar area kantor Partai Golkar setempat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan vendor tersebut disinyalir milik seorang pengusaha berinisial YT asal Kabupaten Rokan Hulu.

Hingga berita ini diturunkan, YT belum memberikan respons meski telah dikonfirmasi berkali-kali.

Bungkamnya pihak penyedia semakin memperpanjang daftar tanya soal standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan untuk anak sekolah.

Ancaman Medis dan Lemahnya Pengawasan

Secara medis, konsumsi spora jamur bukan perkara sepele. Risiko keracunan makanan mulai dari mual, muntah, hingga ancaman infeksi sistemik bagi anak dengan imun rendah mengintai di balik setiap gigitan roti rusak tersebut.

Para ahli menegaskan, jamur pada roti bukan sekadar noda di permukaan, melainkan spora yang sudah merambat ke seluruh bagian roti.

Kasus di SDN 009 Kuala Terusan ini menjadi rapor merah bagi instansi terkait. Program nasional dengan anggaran jumbo ini seolah kehilangan fungsi pengawasannya saat menyentuh level desa.

Jika identitas penyedia saja tidak diketahui oleh kepala sekolah, lantas kepada siapa orang tua harus menuntut pertanggungjawaban jika terjadi keracunan massal?

Evaluasi total terhadap vendor dan sistem distribusi MBG di Pelalawan kini mendesak dilakukan sebelum jatuh korban jiwa.

Terkini