Sebanyak 35 Ton Garam Disemai, Operasi Hujan Buatan Riau Berakhir di Tengah Kepungan Api

Sebanyak 35 Ton Garam Disemai, Operasi Hujan Buatan Riau Berakhir di Tengah Kepungan Api
Foto petugas memuat garam saat akan melakukan penyemaian garam dalam operasi modifikasi cuaca

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau resmi mengakhiri Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap pertama, Jumat (13/3).

Dalam operasi tersebut, sebanyak 35 ton garam (NaCl) tercatat telah ditabur ke awan potensial guna memicu hujan buatan selama periode operasi tersebut.

Meskipun intervensi langit telah dilakukan, tantangan di darat belum usai.

Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau melaporkan setidaknya empat kabupaten masih berjibaku melawan kobaran api yang sulit dipadamkan secara manual.

"Operasi tahap pertama sudah tuntas, namun kami merencanakan tahap kedua pada April mendatang bersama BNPB dan BMKG," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Riau, Jim Ghafur, mewakili Kepala BPBD M. Edy Afrizal.

Empat Daerah Masih Membara

Berakhirnya fase pertama OMC meninggalkan rapor merah di sejumlah titik. BPBD mengonfirmasi karhutla masih aktif di kawasan Rimbo Panjang (Kampar), wilayah Gaung (Indragiri Hilir), Teluk Meranti (Pelalawan), serta Pulau Rupat (Bengkalis).

Untuk di Rimbo Panjang, api yang melalap lahan gambut di Jalan Niaga menjadi atensi khusus karena posisinya yang kian mendekati pemukiman penduduk.

Tim gabungan dilaporkan masih berada di lokasi untuk melakukan penyekatan agar api tidak meluas.

Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala

Jim menekankan bahwa modifikasi cuaca merupakan instrumen krusial karena kondisi geografis Riau yang didominasi lahan gambut.

Tanpa siraman hujan intensitas tinggi, api di bawah permukaan tanah gambut sangat sulit dipadamkan total, terlebih didukung hembusan angin kencang.

"Lahan gambut di Riau punya karakteristik unik; api bisa menjalar di bawah permukaan. Dukungan hujan sangat dibutuhkan terutama untuk menjangkau titik api di area yang mustahil ditembus tim darat," jelasnya.

Kendati demikian, petugas berhasil mencatatkan progres positif di wilayah ibu kota.

Sejumlah titik api yang sebelumnya sempat mengancam wilayah Pekanbaru kini dinyatakan telah berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index