Maut di Balik Pucuk Nipah, Nelayan Inhil Tewas Diterkam Predator, Alarm Merah Konflik Satwa

Jumat, 03 April 2026 | 08:20:55 WIB
Warga saatmelakukan pencarian korban Ipul yang diterkam buaya di Inhil

GAGASANRIAU.COM, INDRAGIRI HILIR, -- Nyawa nelayan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menjadi tumbal keganasan predator air.

Seorang nelayan bernama Ipul, asal Desa Kuala Patah Parang, ditemukan tewas mengenaskan setelah diterkam buaya di perairan Parit Patah Parang Dalam, Kamis (2/4) dini hari.

Tragedi ini menjadi potret kelam bagi masyarakat pesisir yang harus bertarung nyawa demi mencari sesuap nasi di tengah ancaman satwa liar yang kian masif.

Kronologi Serangan Mendadak

Peristiwa bermula saat Ipul bersama tiga rekannya, Sudir (49), Yanto (45), dan Ojar (53), pergi mencari pucuk nipah pada Rabu (1/4) siang.

Petaka datang ketika rakit yang mereka gunakan putus di tengah perjalanan.

Baca juga Ironi APBD Riau untuk Karhutla, Masyarakatnya Sendiri Dianaktirikan! Demi Layani Orang Pusat Guyur Rp133 M

Niat hati ingin memperbaiki rakit yang rusak, Ipul turun ke air. Namun, dalam hitungan detik, seekor buaya berukuran besar muncul ke permukaan dan langsung menyambar tubuh korban di depan mata rekan-rekannya.

"Menurut keterangan saksi, korban diserang dan diseret buaya saat sedang memperbaiki rakit," ungkap Kapolsek Sungai Batang, Iptu Bambang Sutriyanto, saat dikonfirmasi.

Pencarian di Tengah Pasang Surut

Operasi pencarian berlangsung dramatis. Predator tersebut sempat menampakkan diri ke permukaan dengan membawa tubuh korban, sebelum akhirnya kembali menyelam dan menghilang di kedalaman air.

Kondisi air yang surut sempat menghentikan pencarian sementara.

Tim pencari baru berhasil menemukan jasad Ipul pada Kamis pukul 01.30 WIB saat air kembali pasang.Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka gigitan parah di bagian kaki kanan.

Kepala Desa Kuala Patah Parang, Dedi, mengonfirmasi bahwa jenazah telah dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan.

"Korban ditemukan saat air surut dan saat ini sudah dimakamkan," ujarnya.

Pemerintah Dinilai Lamban

Kematian Ipul bukanlah insiden pertama. Warga setempat mengungkapkan bahwa serangan buaya di sepanjang aliran sungai Kecamatan Sungai Batang adalah teror berulang yang menghantui aktivitas ekonomi nelayan.

Masyarakat kini mendesak penanganan serius dari Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Pasalnya, imbauan untuk "berhati-hati" dinilai tidak lagi cukup untuk meredam potensi konflik manusia dan satwa yang terus memakan korban jiwa.

"Masyarakat berharap adanya penanganan konkret, bukan sekadar imbauan, terkait ancaman satwa liar di kawasan ini," tegas warga setempat.

Terkini