Bupati Zukri Pastikan Sinergitas Pemkab, TNI, dan Polri Jadi Garda Terdepan Pengendalian Karhutla Pelalawan

Jumat, 01 Mei 2026 | 15:41:39 WIB

GAGASANRIAU.COM, PELALAWAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali ditunjukkan secara nyata oleh Bupati Pelalawan, Zukri Misran.

Di tengah ancaman kebakaran lahan gambut yang terus meningkat, Bupati turun langsung meninjau personel pemadam kebakaran, TNI, dan Polri yang berjibaku melakukan pemadaman di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti bulan lalu.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan itu menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan lingkungan dan masyarakat tetap terjaga dari ancaman Karhutla yang setiap tahun menjadi persoalan serius di Provinsi Riau, khususnya di wilayah dengan bentang lahan gambut yang luas.

Peninjauan dilakukan bersama patroli terpadu TNI dan Polri sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam pengendalian Karhutla. Tidak hanya memantau dari darat, Bupati Zukri juga mengikuti patroli udara menggunakan helikopter milik Polri guna melihat langsung kondisi titik api dari atas.

Dari hasil pemantauan udara, terlihat karakteristik kebakaran di wilayah tersebut didominasi oleh kebakaran lahan gambut atau ground fire, yakni api yang membakar di bawah permukaan tanah. Karakteristik kebakaran seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Api yang berada di dalam lapisan gambut sulit dideteksi karena tidak selalu tampak di permukaan, namun bara terus menyala dan dapat muncul kembali sewaktu-waktu.

Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, teknik khusus, serta koordinasi yang intensif antar personel.

Desa Gambut Mutiara sendiri merupakan salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap Karhutla. Struktur tanah gambut yang dalam dan mudah mengering saat musim kemarau menjadikan wilayah tersebut rentan terbakar. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dengan menjaga kelembaban lahan gambut.

Di lokasi peninjauan, Bupati Zukri menyaksikan langsung kerja keras tim Satgas Darat yang telah berjibaku selama lebih dari satu minggu. Selain melakukan pemadaman, tim juga menjalankan operasi kanalisasi melalui pembuatan sekat kanal guna mempertahankan kadar air di dalam tanah gambut. Upaya ini dinilai sangat penting untuk menghambat penyebaran api sekaligus mempercepat proses pendinginan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dari unsur TNI dan Polri, di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol. Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. Ketut, Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra D.A, serta Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara.

Kehadiran para pimpinan aparat keamanan itu memperlihatkan bahwa penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi menjadi kerja bersama lintas institusi.

Bupati Zukri memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang bekerja tanpa mengenal lelah di lapangan. Menurutnya, keberhasilan mengendalikan Karhutla sangat ditentukan oleh kekompakan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal. Setiap kendala di lapangan harus segera direspons dengan solusi yang tepat. Penanganan Karhutla ini bukan hanya pekerjaan sesaat, tetapi harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang,” ujar Bupati Zukri.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan Karhutla ke depan masih cukup besar. Fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Juli berpotensi meningkatkan suhu udara dan memperpanjang musim kemarau. Kondisi tersebut tentu meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah-wilayah dengan lahan gambut yang luas seperti Pelalawan.

Menghadapi ancaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus memperkuat langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah mengajak warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

Upaya penyadartahuan masyarakat dilakukan hingga tingkat desa dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat peduli api, hingga relawan lingkungan. Pemerintah berharap keterlibatan aktif masyarakat menjadi benteng utama dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Selain itu, Bupati Zukri juga mengingatkan pentingnya perilaku sederhana namun berdampak besar terhadap pencegahan kebakaran, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering dan lahan terbuka.

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari kesadaran individu yang kemudian diperkuat melalui gerakan kolektif masyarakat. Tidak hanya masyarakat, dunia usaha juga diminta mengambil peran aktif dalam pengendalian Karhutla. Pemerintah Kabupaten Pelalawan mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.

Melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus memperkuat komitmennya dalam melindungi lingkungan. Penanganan Karhutla bukan sekadar tugas, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Advertorial)

Terkini