Atasi Krisis Lapangan, Wali Kota Pekanbaru Sulap Lapangan Belimbing Jadi Sport Center Modern

Kamis, 21 Mei 2026 | 12:23:15 WIB
Agung Nugroho bersama jajarannya saat meninjau lapangan Belimbing

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dibawah kepemimpinan Agung Nugroho-Markarius Anwar, bergerak cepat mengatasi krisis fasilitas publik dan ruang olahraga terbuka di wilayahnya.

Tahun ini, Pemko Pekanbaru rencananya akan menjadwalkan proyek penataan ulang kawasan Lapangan Bola Belimbing di Jalan Belimbing, Kecamatan Marpoyan Damai, untuk disulap menjadi sport center modern yang terintegrasi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Langkah intervensi infrastruktur ini ditargetkan mulai mengebor lapangan pada tahun anggaran ini juga.

Agung Nugroho, Wali Kota Pekanbaru, mengungkapkan megaproyek ini dirancang untuk menjawab dahaga warga kota akan ruang publik yang representatif.

Di area tersebut, pemerintah daerah berencana membangun lapangan mini soccer standar modern serta lapangan basket siap pakai.

Tak hanya fokus pada olahraga permainan, kawasan ini juga bakal dikepung oleh fasilitas jogging track terpadu yang dapat diakses cuma-cuma oleh warga sekitar untuk menjaga kebugaran fisik.

"Seperti lapangan yang akan dibangun Mini Soccer Kencana II. Termasuk juga rencana hall lapangan basket," ujar Agung saat memberikan keterangannya di Pekanbaru, Rabu (20/5).

Menjawab Minimnya Lapangan Basket di Pekanbaru

Agung juga membeberkan bahwa pembangunan fasilitas ini bukan proyek asal jadi, melainkan hasil pemetaan komprehensif terhadap kebutuhan riil masyarakat urban Pekanbaru saat ini.

Dia menyoroti ironi di mana minat dan hobi anak muda Pekanbaru terhadap olahraga basket tergolong sangat tinggi, namun tidak ditopang oleh ketersediaan fasilitas yang memadai dari pemerintah.

"Lapangan basket Kota Pekanbaru saat ini sudah tidak ada lagi, ini yang akan kita jadikan. Tapi pada lapangan itu juga tidak menghilangkan ruang terbuka hijau. Konsep utamanya tetap mengutamakan kebutuhan pokok lapangan tersebut," tegas Agung.

Melalui pendekatan berwawasan lingkungan ini, fungsi ekologis kawasan sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota dipastikan tidak akan digusur oleh dominasi beton lapangan.

Benteng Pertahanan dari Ancaman Narkoba dan Gadget

Di balik misi penyediaan infrastruktur, Agung menegaskan ada urgensi sosial yang jauh lebih besar di balik pembangunan sport center Marpoyan Damai ini.

Ketersediaan ruang aktivitas fisik dinilai menjadi instrumen krusial dan benteng pertahanan utama untuk menyelamatkan generasi muda Pekanbaru dari jerat kecanduan gawai (gadget) serta paparan aktivitas negatif jalanan.

Lebih dari itu, ruang publik yang hidup diyakini mampu menekan angka kriminalitas remaja dan memutus rantai peredaran gelap narkoba yang kerap menyasar wilayah pemukiman padat.

Menurut Agung, negara dan pemerintah daerah tidak boleh absen atau menutup mata melihat fenomena degradasi aktivitas pemuda. Pemerintah wajib hadir di garis depan untuk menyediakan ruang karantina sosial yang sehat, positif, dan produktif bagi masyarakatnya.

Terkini