Sabotase Fasilitas Publik, Dishub Pekanbaru Soroti Maraknya Pencurian Kabel PJU dan Pengrusakan Halte

Jumat, 22 Mei 2026 | 12:20:03 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Masykur Tarmizi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Miris, anggaran daerah yang bersumber dari keringat pajak masyarakat kini terancam menguap sia-sia akibat maraknya aksi vandalisme dan kriminalitas yang menyasar fasilitas umum di Kota Pekanbaru, Riau. 
Merespon hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melayangkan seruan keras kepada warga untuk memperketat pengawasan lingkungan dan bersama-sama membentengi aset publik dari penjarahan.

Pemko Pekanbaru mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas tersebut murni berasal dari kantong pajak masyarakat.

Oleh sebab itu, jika fasilitas publik dirusak atau digondol maling, hantaman kerugian terbesar justru dirasakan langsung oleh warga kota, bukan sekadar administrasi pemerintah.

Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, saat menyikapi maraknya laporan kerusakan infrastruktur kota, Kamis (21/5).

"Kepada masyarakat, kita minta untuk memelihara sarana prasarana umum yang sudah dibangun oleh pemerintah, termasuk juga lampu jalan umum yang ada di Kota Pekanbaru. Karena PJU (Penerangan Jalan Umum) ini penting ya, di jalan itu kita butuh penerangan jalan," ujar Masykur.

Kriminalitas PJU yang Memicu Korban Sosial

Masykur juga menyoroti secara khusus modus pencurian kabel dan komponen PJU yang belakangan kerap membuat sejumlah ruas jalan protokol dan pemukiman di Pekanbaru gelap gulita pada malam hari.

Kondisi jalan yang gelap ini dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas hingga meningkatkan potensi kejahatan jalanan (begal).

Aksi sabotase ini dinilai sebagai tindakan egois yang membebani keuangan daerah, lantaran anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur baru terpaksa tersedot kembali hanya untuk membiayai pemulihan komponen yang dijarah.

"Kalau dirusak, apalagi dicuri seperti halnya kabel PJU, ini tentu merugikan kita semua, merugikan masyarakat Kota Pekanbaru, dan juga kita di Pemerintah Kota Pekanbaru. Karena memang untuk maintenance atau penggantian komponen yang hilang tentu membutuhkan biaya juga," urai Masykur membeberkan beban fiskal daerah.

Darurat Vandalisme dari Halte hingga Rambu Jalan

Berdasarkan data di lapangan, eskalasi pengrusakan aset daerah di Pekanbaru tidak hanya berhenti pada jaringan kabel bawah tanah.

Komoditas fasilitas pelayanan publik lainnya seperti halte Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) hingga rambu-rambu lalu lintas di sudut-sudut kota tak luput dari sasaran pengrusakan orang tidak dikenal (OTK).

Kondisi halte yang bopeng dan rambu yang rusak jelas mengganggu fungsi utama pelayanan dan estetika kota.

Dishub Pekanbaru menegaskan, penertiban dan pemeliharaan sarana ini tidak akan berjalan maksimal jika masyarakat di akar rumput memilih bersikap apatis.

Warga dituntut aktif melaporkan setiap tindakan mencurigakan di sekitar fasilitas umum guna memutus mata rantai penjarahan aset negara tersebut.

Terkini