2 Hari Berturut-turut 8 Nyawa Melayang, Ada Apa dengan Tol Pekanbaru-Dumai?

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14:42 WIB
Petugas saat membantu evakuasi sopir ambulance di jalan tol Pekanbaru-Dumai

GAGASANRIAU.COM PEKANBARU -- Dalam dua hari belakangan ini, jalur bebas hambatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru-Dumai (Permai), Provinsi Riau, mendadak berubah menjadi jalur tengkorak yang mengerikan.

Pasalnya, hanya dalam waktu dua hari berturut-turut, kecelakaan maut terjadi secara beruntun dan merenggut delapan nyawa sekaligus.

Sehingga rentetan insiden tragis ini memicu pertanyaan besar terkait evaluasi sistem keselamatan dan pengawasan di ruas tol sepanjang 131 kilometer tersebut.

Dimana, kecelakaan mengenaskan pertama pecah pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Berlokasi di KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, satu unit mobil penumpang Toyota Hiace menghantam keras bagian belakang dump truck Hino.

Benturan hebat di subuh buta itu langsung menelan lima korban jiwa.

Ternyata, belum kering darah di aspal Tol Permai, petaka kembali berulang di hari berikutnya, Ahad (7/6/2026). Kali ini kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 25+800 B, Kabupaten Siak.

Dan ironisnya lagi, insiden fatal ini melibatkan sebuah mobil ambulance yang sedang berjuang membawa pasien jantung. Kecelakaan kedua ini kembali merenggut tiga korban jiwa.

Menanggapi alarm bahaya ini, Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya (Persero), Untung Joko Ristyono, akhirnya angkat bicara.

Dia mengakui bahwa berdasarkan data resmi yang dicatat pihaknya, dalam 48 jam terakhir telah terjadi dua insiden kecelakaan lalu lintas di Tol Pekanbaru-Dumai yang menyebabkan delapan korban meninggal dunia.

"Kami Hutama Karya turut berbelasungkawa dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Kami juga sangat prihatin atas kejadian tersebut, dan menjadikannya sebagai perhatian serius untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan di lapangan," ujar Untung Joko saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026) dikutip dari Cakaplah.

Soroti Titik Rawan Lelah: KM 50 dan KM 33

Manajemen Hutama Karya mengeklaim langsung bergerak melakukan tindakan darurat di lapangan guna mengantisipasi jatuhnya korban baru.

"Sebagai upaya pencegahan, kami terus mengintensifkan patroli, pengawasan lalu lintas, serta penempatan rambu imbauan keselamatan di titik-titik yang menjadi perhatian," tegas Untung.

Selain itu, edukasi intensif kini digenjot untuk menyasar psikologis pengendara yang kerap meremehkan kondisi fisik saat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Kami juga terus melakukan edukasi dan imbauan keselamatan berkendara, khususnya terkait risiko kelelahan dan microsleep, melalui seluruh kanal komunikasi perusahaan, mulai dari media sosial, siaran pers perusahaan, media luar ruang, hingga public address di gerbang tol maupun rest area," tambahnya.

Berdasarkan pemetaan internal Hutama Karya, terdapat zona-zona kritis di Tol Permai yang menjadi perhatian khusus karena berpotensi besar membuat pengguna jalan mengalami kelelahan ekstrem.

Titik rawan tersebut berada di Jalur A dari arah Pekanbaru mendekati KM 50, serta Jalur B dari arah Dumai pada rentang mendekati KM 33.

"Di sekitar area tersebut tersedia Rest Area KM 45 Jalur A dan Jalur B, serta Rest Area KM 14 Jalur B, sehingga pengguna jalan yang mulai merasa mengantuk atau lelah diimbau untuk segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat sebelum melanjutkan perjalanan," cetus Untung.

Faktor Manusia atau Infrastruktur?

Saat didesak mengenai kepastian penyebab utama di balik dua kecelakaan maut yang berdekatan tersebut, Untung menyatakan bahwa manajemen masih menunggu proses hukum formal.

"Terkait faktor penyebab, saat ini kami tetap mengacu pada hasil investigasi dari pihak berwenang. Namun secara umum, kecelakaan di jalan tol dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi pengemudi yang kurang fit, kelelahan, microsleep, kurang menjaga jarak aman, serta kondisi kendaraan," paparnya.

Sembari menunggu hasil investigasi kepolisian, Hutama Karya meminta pengguna jalan untuk tidak abai terhadap aturan kecepatan dan batas fisik manusia.

Koordinasi dengan aparat penegak hukum pun diklaim tengah ditingkatkan.

"Oleh karena itu, kami terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk beristirahat apabila mengantuk, memanfaatkan rest area terdekat, menjaga batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan," jabar Untung.

Pihaknya memastikan akan memperketat pengawasan di sepanjang Ruas Tol Pekanbaru-Dumai dengan melibatkan Kepolisian, petugas patroli jalan raya (PJR), dan pihak terkait lainnya.

"Kami berharap seluruh pengguna jalan dapat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, karena berkendara di jalan tol membutuhkan konsentrasi penuh, kondisi fisik yang prima, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas," pungkasnya.

Terkini